Istri Figuran

Istri Figuran
Meminta berhenti


__ADS_3

Tak berselang lama sosok yang mereka bicarakan pun akhirnya tiba. Digo datang bersama dengan Richard dan tentu saja melihat kedatangan Richard membuat Dio merasa awas karena takut Richard mencoba menggoda istri cantiknya itu.


"Sayang, bersikap manislah pada Kak Richard." Bisik Hanum di telinga Dio.


Dio yang tidak ingin membuat istrinya marah kepadanya pun akhirnya tersenyum pada Richard. Dan tentu saja melihat senyuman Dio membuat Richard menahan tawanya agar tidak keluar karena senyuman Dio untuknya terkesan terpaksa.


"Jadi kapan kalian akan menempati rumah ini?" Tanya Papa Irfan pada Dio saat mereka sudah selesai makan siang dan sudah berpindah tempat ke ruang tengah.


"Sepertinya dua atau tiga hari lagi, Pah." Jawab Dio.


Papa Irfan menganggukkan kepalanya. "Semoga saja kebahagiaan di dalam keluarga kalian semakin bertambah setelah tinggal di rumah ini." Harap Papa Irfan.


Semua orang yang berada di ruang tengah mengaminkannya. Mereka berharap jika tidak ada lagi rintangan berat yang datang untuk rumah tangga Dio dan Hanum.


Bu Shanty yang berperan besar menyatukan Dio dan Hanum merasa sangat senang dan bahagia karena pada akhirnya jodoh yang ia berikan untuk putranya diterima dengan baik oleh putranya dan kini mereka sudah hidup dengan bahagia bersama Divan dan calon anak mereka nantinya.


*


Malam harinya, Dio dan Hanum kini sudah kembali ke apartemen milik Dio. Dio memilih tak langsung mengajak istri dan anaknya menempati rumah baru mereka karena ia ingin barang-barang mereka yang ada di apartemen seperti baju dan perlengkapan kerja dan sekolah Divan dipindahkan lebih dulu ke rumah baru agar memudahkan mereka untuk beraktivitas.

__ADS_1


Tidak banyak aktivitas yang Dio dan Hanum lakukan setelah mereka pulang ke apartemen. Setelah Hanum menidurkan Divan di kamarnya Hanum segera masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


"Lelah sekali ya hari ini?" Tanya Dio sambil mengusap kepala Hanum yang saat ini berbaring di atas pahanya.


"Tidak terasa lelah karena aku merasa bahagia." Jawab Hanum tersenyum menatap pada suaminya.


"Benarkan begitu?" Tanya Dio seraya tersenyum dan senyuman Dio itu terlihat sangat manis di mata Hanum.


"Tentu saja benar." Jawab Hanum malu-malu.


"Kenapa wajahmu jadi merah begitu, hem?" Dio menggoda istrinya.


"Ti-tidak. Wajahku tidak merah." Hanum menyangkal kenyataan yang ada.


"Oh ya, Sayang. Bolehkah aku meminta satu hal kepadamu?" Kali ini Dio berbicara serius. Sepertinya sudah saatnya ia mengutarakan isi hatinya pada istrinya itu.


"Katakan saja. Apa itu?" Tanya Hanum.


"Jika aku memintamu untuk berhenti bekerja bagaimana?" Tanya Dio hati-hati.

__ADS_1


Hanum terdiam beberapa saat setelah mendengarnya.


"Apa kau merasa keberatan?" Tanya Dio. "Aku hanya tidak ingin kau merasa kelelahan karena bekerja. Aku hanya ingin kau menghabiskan banyak waktu istirahat di rumah karena saat ini kau sedang hamil." Lanjut Dio.


"Aku tidak merasa keberatan. Aku juga sudah memikirkan hal ini sebelumnya." Jawab Hanum.


"Benarkah?" Wajah Dio berseri setelah mendengarnya.


"Ya, aku rasa semakin bertambah usia kandunganku tubuhku terasa semakin mudah lelah. Aku juga jadi sering mengantuk akhir-akhir ini." Jawab Hanum.


"Jadi kau mau mengabulkan permintaanku untuk berhenti bekerja?" Tanya Dio memastikan kembali.


"Ya. Perintah suamiku adalah kewajiban untukku. Tapi beri aku waktu untuk mengundurkan diri lebih dulu." Pinta Hanum.


***


Yeay... udah mau tamat nih. Lanjut cerita siapa ya?


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2