Istri Figuran

Istri Figuran
Mengetahui kebenaran


__ADS_3

Satu persatu foto telah dilihat oleh Papa Irfan. Melihat beberapa foto saja sepertinya tak membuat Papa Irfan mengerti atas apa yang terjadi. Pandangan Papa Irfan pun jatuh pada flash disk yang tidak ia ketahui apa isinya.


Papa Irfan bergerak cepat. Dikeluarkannya laptop kerjanya dari dalam tas kerjanya lalu disambungkannya flash disk ke dalam laptop. Jantung Papa Irfan berdebar tak karuan saat isi flash disk sudah terlihat di layar laptopnya.


Tangan Papa Irfan mulai bergetar. Walau begitu Papa Irfan tetap menguatkan tekadnya untuk membuka video pertama yang ada di flash disk.


Deg


Sejak awal video diputar, jantung Papa Irfan berdetak semakin cepat. Dilihatnya dan didengarnya video itu dengan seksama. Untuk video yang pertama Papa Irfan masih dibuat bingung karena isi video memperlihatkan istri dan anak tirinya tengah berada di panti asuhan dan akhirnya pergi membawa seorang bayi.


"Untuk apa Cita dan Jelita membawa bayi itu?" Tanya Papa Irfan. Tak ingin terlalu larut dalam kebingungan, Papa Irfan segera membuka video yang kedua. Divideo kedua terlihat beberapa potong rekaman CCTV memperlihatkan mobil milik istrinya melaju keluar dari ibu kota menuju kota Bandung.


Perasaan Papa Irfan mulai tak enak. Ia terus menonton video yang sedang diputar hingga akhirnya potongan video terakhir memperlihatkan mobil istrinya berhenti di daerah kos putri kandungnya berada.

__ADS_1


Papa Irfan melanjutkan menonton video yang ketiga. Di dalam video memperlihatkan dari jarak jauh Mama Jelita dan Cita keluar dari dalam mobil sambil membawa bayi tersebut. Mereka nampak berjalan mengendap-ngendap layaknya pencuri sambil melihat ke kiri dan ke kanan.


Terlihat di sekitar mereka tengah turun hujan hingga Mama Jelita dan Cita menutupi keranjang bayi itu dengan selembar kain. Papa Irfan sudah mulai curiga apa yang terjadi selanjutnya.


Skak


Dan benar saja di video yang masih berputar, istri dan anak tirinya nampak sudah menggunakan topi dan masker bewarna hitam menutupi wajah mereka sedang berjalan ke arah kos putrinya berada.


Mama Jelita dan Cita terlihat meletakkan keranjang bayi itu tepat di depan kos milik Hanum. Jelas saja itu kos milik putrinya. Papa Irfan masih ingat dengan jelas nomer berapa kamar putrinya dan motor yang terparkir di depan kos putrinya adalah motor yang pernah ia belikan untuk Hanum kuliah.


Tangan Papa Irfan buru-buru menekan video keempat. Di video keempat terlihat putrinya keluar dari dalam kamar kos dan terlihat terkejut melihat keranjang bayi di depan kamarnya. Putrinya terlihat mentap ke sekitarnya entah untuk apa. Setelahnya putrinya membawa keranjang bayi itu masuk ke dalam kos.


"Cita... Jelita..." wajah Papa Irfan memerah. Pun dengan kedua tangannya yang sudah terkepal erat. Dari empat buah file video yang sudah ia lihat Papa Irfan sudah dapat menyimpulkan apa yang terjadi selama ini.

__ADS_1


"Kalian menjebak putriku?" Ucapnya geram. Papa Irfan hampir saja melupakan membuka sebuah berkas yang turut ada di dalam map. Dibukanya berkas itu dan dibacanya tulisan yang tergores di dalam berkas.


"Jelita mengadopsi seorang bayi dari panti asuhan Pelita?" Gumamnya.


Untuk memastikan kebenaran yang terjadi lima tahun lalu, sore itu juga tanpa perduli dengan tubuhnya yang lemah, Papa Irfan pergi ke panti asuhan Pelita untuk menanyakan siapa anak yang diadopsi istrinya di sana.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2