Istri Figuran

Istri Figuran
Sudah tidak sabar


__ADS_3

Sedangkan Sally nampak semakin kagum dengan Richard karena kebaikannya kepada orang tuanya. "Tuan Richard memang hebat." Pujinya.


Richard tersenyum bangga mendengarnya.


"Tapi kenapa sampai saat ini sepertinya saya tidak pernah melihat Tuan Richard memiliki seorang kekasih?" Tanya Sally.


Kebanggaan di wajah Richard hilang seketika. "Entahlah. Aku merasa tidak tertarik pada wanita saat ini dan tidak ingin memiliki seorang kekasih. Menurutku sebaiknya sekarang lebih baik banyak teman dari pada kekasih. Memiliki kekasih hanya membuat kepalaku sakit saja. Harus memikirkan kenapa dia diam tiba-tiba, dia tidak membalas pesan dan kemauan dia yang lainnya. Agh, menurutku itu sangat menyusahkan." Ucap Richard mengingat berbagai macam aneka sikap para mantannya terdahulu.


Sally yang mendengarkannya pun mengangguk-angguk saja dan setuju dengan prinsip Richard saat ini. Karena ia sendiri pun memegang prinsip yang sama dengan Richard tidak ingin memiliki seorang kekasih karena hanya akan membuat hidupnya sedikit sulit.


Hanum yang mendengarkan percakapan mereka pun hanya diam saja karena selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya memiliki seorang kekasih karena ia hanya fokus pada pelajaran saat sekolah dulu. Dan sampai saat ini ia tidak lagi merasakannya karena ia langsung merasakan memiliki seorang suami dan sikapnya itu tidak jauh berbeda seperti yang Richard katakan.

__ADS_1


Agh mendengar kata suami mengingatkan Hanum pada Dio dan rencana mereka yang akan pergi berbulan madu beberapa hari lagi. Hanum pun mulai memikirkan hal apa yang akan mereka lakukan saat berada di tempat bulan madu nanti.


Tanpa terasa mobil milik Richard pun akhirnya sampai di perusahaan Alexander. Mereka pun segera keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam perusahaan dan bersikap formal kembali.


Sementara Dio yang sedang berada di ruangan Malik nampak terlibat percakapan cukup serius tentang percakapan bisnis yang saat ini mereka bahas. Untung saja saat ini Malik memiliki waktu luang sehingga Dio bisa meminta waktunya beberapa menit saja.


Selama berbicara dengan Malik, Dio terus memperhatikan bagaimana raut wajah pria itu yang nampak datar dan serius dalam berbicara. Tak lupa Dio mendengarkan perkataan Malik dengan seksama dan mencerna perkataan Malik di dalam otaknya.


"Kenapa dia tidak mengantarkanku sampai ke depan perusahaan seperti istriku tadi?" Tanya Dio sambil melangkah ke arah lift berada. Ternyata keluar dari dalam ruangan Malik sudah membuat Dio kembali kesal mengingat sikap Malik yang ramah pada istrinya tadi.


Malik yang tidak mengetahui kekesalan Dio kepadanya dan tidak mengetahui jika tamunya tadi adalah istri dari pria yang baru saja menemuinya hanya acuh saja dan kembali melanjutkan pekerjaannya di dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


Saat berada di dalam lift, Dio pun langsung mengirimkan sebuah pesan pada Hanum yang berisi jadwal keberangkatan pesawat mereka beberapa hari lagi untuk bulan madu.


Ya, Dio memang sengaja mengirimkan pesan pada Hanum agar Hanum mengingat kembali perkataanya yang ingin mengajakya untuk bulan madu setelah ia pulang dari kota Malang.


Melihat pesannya langsung dibaca oleh Hanum membuat Dio sangat senang dan kekesalannya pada Malik dan Hanum akhirnya hilang seketika. "Kau harus mempersiapkan diri dengan baik dan membayar kesalahanmu karena sudah ramah pada lelaki lain di belakangku." Ucap Dio dengan tersenyum menyeringai.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2