
"Divan, kau ini bicara apa, Nak?" Tanya Hanum pada putranya.
"Divan bilang jika Om bule bisa menjadi Papa Richard juga, Ma." Jawab Divan dengan wajah polosnya.
Dio melototkan kedua matanya mendengarkan perkataan yang sama keluar dari mulut Divan. Sedangkan Hanum dibuat menggeleng tak habis pikir dari mana jalan pemikiran putranya saat ini.
"Hahaha..." Richard tertawa-tawa memecahkan ketegangan di antara mereka. "Kenapa Divan bisa berbicara seperti itu, hem?" Tanya Richard seraya mengusap kepala Divan.
"Karena jika Om menjadi Papa Divan makan makin banyak yang sayang pada Divan." Jawab Divan dengan wajah polosnya. Divan pikir memiliki banyak papa membuatnya makin disayang oleh banyak orang.
"Om bisa memberikan kasih sayang pada Divan tanpa harus menjadi Papa Divan. Lagi pula seorang wanita seperti Mamamu tidak boleh memiliki suami lebih dari satu." Tutur Richard lembut
Wajah Divan nampak bingung mendengarnya. Melihat kebingungan di wajah putranya membuat Hanum segera memanggil putranya dan meminta putranya untuk duduk kembali di posisi semula.
Suasana di ruang tamu pun kembali tegang karena kini Dio tengah menatap Richard dengan tajam. Sedangkan Richard yang ditatap oleh Dio memasang wajah tenang seolah tidak peduli dengan tatapan Dio saat ini.
"Kak Dio minumlah. Sepertinya Kakak memerlukan segelas air minum saat ini." Ucap Digo pelan pada Dio.
__ADS_1
"Diamlah!" Ketus Dio menatap tajam Digo.
Digo mengelus dadanya merasa terkejut mendengarkan suara keras Dio. Walau wajahnya nampak terkejut namun di dalam hatinya ia sedang menertawakan rasa cemburu Dio saat ini.
"Rasakan itu Kak Dio..." ucap Digo dalam hati.
Untuk menormalkan situasi di antara mereka, Bu Shanty pun mengalihkan pembicaraan mereka dengan mempertanyakan bagaimana study Richard saat berada di luar negeri. Richard pun menjawabnya dengan wajah serius dan Hanum pun mendengarkannya dengan seksama.
Melihat istrinya yang memperhatikan Richard mendengarkan penjelasan Richard membuat hati Dio semakin panas dan untung saja tidak meledak. Walau pun merasa panas dan kesal, tapi Dio masih mencoba untuk tidak bersuara agar sikapnya tidak dinilai lain oleh adiknya dan yang lainnya.
"Ya begitulah. Kau pasti sangat terpukau mendengarkannya kan?" Tanya Richard menaikkan sebelah alis matanya.
Hanum mengangguk dengan polosnya tanpa menyadari jika saat ini suaminya sudah mau meledak dan terbakar dengan sikapnya.
"Coba saja aku datang lebih awal ke kota ini mungkin saat ini kau sudah menjadi istriku bukan istri dari sepupuku. Oh maaf, aku hanya bercanda." Kelakar Richard.
Hanum tersenyum tipis mendengarnya. Richard memang pria yang suka bercanda dan Hanum tidak ingin ambil hati dengan perkataan pria itu kepadanya.
__ADS_1
"Apa kau masih ingin lama berada di sini?" Tanya Dio yang sudah sangat geram untuk bersuara.
"Tentu saja. Malam ini Richard akan menginap di sini bersama denganmu dan Hanum juga." Ucap Bu Shanty mengambil alih jawaban Richard.
"Tidak. Dio tidak setuju. Dio akan membawa Hanum dan Divan kembali ke apartemen." Jawab Dio cepat.
"Tidak ada bantahan, Dio! Ini adalah permintaan dari Nenek. Nenek ingin semua cucunya berkumpul di rumah ini sampai besok!" Tekan Bu Shanty.
"Tapi—" suara Dio terbuang sia-sia begitu saja karena kini Bu Shanty menatapnya dengan tajam tak ingin ada bantahan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1