Istri Figuran

Istri Figuran
Firasat buruk


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Dio tak lagi merasakan jika ada orang yang masih mengikuti pergerakannya. Pun dengan Hanum yang sudah mulai merasa aman karena sudah tak ada lagi orang yang terlihat mencurigakan di sekitarnya.


Dio dan Hanum pun mulai menjalani aktivitas mereka dengan tenang dan aman. Mereka berharap semoga saja ketenangan itu terus berlangsung dan orang yang berniat buruk kepada keluarga mereka segera sadar.


Ditengah ketenangan Hanum dan Dio, Calista pun turut merasakan hal yang demikian. Setelah ia belajar menerima jalan takdirnya ia mulai merasa tenang dan bisa menjalani aktivitasnya yang baru dengan damai.


Siang itu, Calista yang merasa ingin mencoba kuliner baru untuk makan siangnya memilih makan di sebuah resto yang berada tidak terlalu jauh dari kampusnya berada.


Calista yang sedang berjalan masuk seorang diri ke dalam resto menghentikan langkahnya saat ia mendengar suara dua orang yang tengah berbicara berada di dekatnya menyebutkan nama yang tidak asing di telinganya.


"Sore ini kau harus berhasil melakukannya. Buat dia habis sehabis-habisnya. Pastikan dia sampai tidak bernyawa!" Ucap seorang pria berkaca mata hitam pada lawan bicaranya.


"Baik, Tuan. Saya akan melaksanakan perintah dengan baik. Setelah Tuan Dio pergi dari proyek saya akan mengikutinya dan menjalankan tugas dengan baik." Jawabnya.


Dio... ucap Calista dalam hati. Tak ingin kedua orang itu curiga ia menguping pembicaraan mereka, Calista pun segera pergi menuju meja yang berada tidak jauh dari mereka berada.

__ADS_1


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Calista terus mencuri dengan pembicaraan kedua orang pria tersebut. Dari apa yang ia dengar dapat Calista tangkap jika kedua orang itu tengah merencanakan hal yang tidak baik untuk pria bernama Dio.


Siapa Dio yang mereka maksud? Apa Dio Mahesa? Tanya Calista dalam hati. Perasaan Calista pun mulai tidak enak karena ia menduga jika seseorang yang ingin dicelakai oleh mereka adalah Dio mantan kekasihnya.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan? Jika benar yang ingin dicelakai mereka adalah Dio mantan kekasihku aku tidak boleh membiarkannya!" Ucap Calista.


Dalam diam Calista terus mendengar percakapan dua orang pria tersebut hingga mereka pergi dari hadapannya.


Calista menatap ke sekitarnya. Suasana resto nampak ramai dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan lagi di sekitarnya selain dua orang pria tadi. Karena rasa laparnya sudah hilang berganti rasa penasaran, akhirnya Calista pun memilih pergi dari resto.


Calista pun langsung saja menghubungi nomer Marvel yang masih tersimpan di ponselnya. Dan pada deringan ketiga akhirnya panggilannya pun diangkat oleh Marvel.


"Maaf aku tidak bermaksud mencampuri urusan Dio lagi. Tapi aku merasa dia dalam bahaya saat ini." Ucap Calista lalu memberitahu Marvel apa yang dia dengar tadi.


"Walau aku tidak tahu Dio yang mana yang mereka maksud tapi firasatku mengatakan jika mereka ingin mencelakai Dio Mahesa." Ucap Calista kemudian.

__ADS_1


Marvel yang berada di seberang telefon pun terpaksa memberitahu Calista jika memang akhir-akhir ini Dio dan keluarganya seperti diintai oleh seseorang.


"Apa kau tahu dimana Dio membuat cafe barunya saat ini?" Tanya Calista setelah mendengar penjelasan Marvel.


"Di depan universitas B." Jawab Marvel.


"Apa? Jadi pembangunan cafe itu di depan universitas milik keluargaku?" Ucap Calista tak menyangka jika Dio akan membuka cafe barunya di depan kampus tempat ia mengajar.


^^^


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2