
"Ma-maaf, saya terpaksa melakukannya saat ini." Bu Endah sang pemilik kos nampak begitu ketakutan. Terlebih tatapan pria berkepala plontos itu benar-benar tajam dan terasa menghunus ke dadanya.
"Terpaksa?" Pria itu tertawa. "Terpaksa atau anda suka rela melakukannya karena tergiur imbalan dari mereka?" Sinisnya.
Bu Endah tak mengeluarkan suara. Ia hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan pria itu. Penyelidikan hari itu terus berlanjut dan para pria itu pun akhirnya berpamitan pada Bu Endah tanpa memberitahu jika percakapan merek sudah direkam di ponsel milik mereka.
"Semoga saja masalah ini tidak berbuntut panjang." Ucap Bu Endah penuh harap. Ia tak menyangka hawa naf-sunya pada uang waktu itu membuat dirinya harus terjerat dalam masalah saat ini.
Tak berselang lama setelah kepergian mereka dari rumah Bu Endah sang pemilik kos tempat Hanum tinggal saat kuliah dulu, salah satu dari mereka mendapatkan panggilan telefon dari Dio. Suami Hanum itu mempertanyakan hasil penyelidikan mereka hari ini. Dan setelah mendengarkan hasil penyelidikan mereka rentu saja membuat Dio merasa senang.
"Kirimkan bukti CCTV itu ke ponselku beserta rekaman suaranya." Titah Dio.
"Baik, Tuan." Jawabnya.
Dio yang sedang berada di ruangan kerja barunya segera membuka pesan yang dikirimkan orang suruhannya. Ada tiga buah rekaman CCTV yang masuk ke dalam ponselnya. Dio memilih membukanya satu persatu lebih dulu hingga akhirnya mendengarkan rekaman suara Bu Endah.
__ADS_1
"Biadab!" Umpat Dio setelah mengetahui siapa dalang dari kejadian lima tahun yang lalu di kos Hanum.
"Istriku memang sangat berhati mulia. Namun sayang dia mendapatkan keluarga sambung yang sangat biadab!" Dio kembali mengumpat untuk orang yang sudah berniat buruk pada istrinya.
Dio mencoba mengatur dirinya agar tidak terlalu emosi. Masih banyak hal yang harus ia tangani sebelum menyerahkan semua bukti kepada Papa Irfan selaku pria mbodoh yang sudah membuang Hanum dari keluarganya.
"Mertuaku, bersiaplah untuk semua penyesalanmu." Ucap Dio tersenyum miring.
*
"Kasihan sekali kau, Nak. Di umurmu yang masih satu bulan kau sudah harus merasakan menjadi anak yatim piatu." Gumam Dio dengan mata berkaca-kaca.
Setelah puas menatap wajah Divan yang damai dalam tidurnya, Dio memilih keluar dari dalam kamar menuju kamarnya.
"Ada apa denganmu?" Tanya Hanum melihat mata Dio yang nampak merah setelah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Aku tak apa. Mataku hanya kelilipan terkena debu." Jawab Dio berbohong.
"Kelilipan?" Hanum rasanya tak percaya. Namun ia akhirnya memilih mengiyakan saja perkataan suaminya itu.
"Hanum tunggu." Dio menghentikan langkah Hanum yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa, Dio?" Tanya Hanum memasang wajah bingung.
Dio tak menjawabnya. Ia justru mendekati Hanum dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Kau adalah wanita yang mulia dan sangat baik. Aku sangat beruntung bisa menikahimu." Ucap Dio dengan suara parau. Saat ini hati Dio dibuat tersentuh setelah melihat rekaman CCTC saat istrinya menemukan Divan di saat hujan.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗