
Selama berada di dalam perjalanan menuju tempat wisata yang ingin mereka tuju, Hanum nampak diam sambil berpikir tentang jawaban apa yang akan ia berikan pada ketiga temannya yang menanyakan siapakah sosok suaminya atau ayah sambung Divan saat ini.
Sebagai teman yang baik dan telah banyak membantunya selama bekerja di perusahaan Alexander, rasanya Hanum sangat sulit untuk berbohong pada ketiga temannya itu.
Huft, apakah sudah saatnya aku untuk jujur? Tanya Hanum dalam hati. Ia memiliki hutang jawaban pada teman-temannya saat sudah sampai di tempat wisata nanti.
Di saat Hanum tengah berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan kepada ketiga temannya nanti, putranya Divan justru terlihat tengah asik bercerita dengan Sally yang mempertanyakan tentang sekolah Divan saat ini.
"Jadi Divan bersekolah di yayasan milik keluarga Alexander?" Tanya Sally merasa sedikit terkejut dengan jawaban yang Divan berikan.
Divan menganggukkan kepalanya. "Bersama Arthur juga, Tante." Jawabnya senang saat membayangkan wajah teman baiknya itu.
"Arthur?" Ulang Sally dan diangguki Divan sebagai jawaban. "Bukankah Arthur itu anaknya Tuan Marvel?" Tanya Sally karena sedikit banyaknya ia sudah mengetahui tentang keluarga teman-teman Daniel.
"Ya, Tante." Jawab Divan seadanya.
Sally diam sambil menatap Hanum dengan intens. Rasanya ada yang aneh saat ini, pikir Sally. Ingin bertanya pada Hanum pun rasanya Sally tidak akan mendapatkan jawaban apapun saat ini karena ia tahu Hanum tidak akan menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
*
Setelah melewati beberapa jam perjalanan, akhirnya mobil milik Gaga pun sampai di sebuah tempat wisata alam yang terlihat cukup ramai saat itu. Gaga segera memarkirkan mobilnya ditempat yang diarahkan oleh petugas parkir lalu mengajak ketiga rekan kerjanya dan Divan untuk keluar dari dalam mobil.
"Wah, tempatnya indah sekali, ya." Decak Sally menatap keindahan di sekitarnya yang terdapat banyak pohon besar dan perbukitan yang terlihat jelas di depan mata.
"Ya, tentu saja indah. Jika tidak aku tidak mungkin membawa kalian kemari." Jawab Gaga.
Sally tersenyum mendengarnya. Pun dengan Hanum dan Alfin.
Divan menatap pada Hanum. Mendapatkan anggukan kepala dari Hanum membuat Divan mendekat pada Alfin dan mengikuti langkah Alfin menuju sebuah pondok yang berada tidak terlalu jauh dari mereka berada.
Gaga, Sally dan Hanum pun turut mengikuti langkah Alfin setelah sebelumnya meminta seseorang untuk membantu membawa barang mereka yang tersisa di dalam mobil.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka pun sampai di sebuah pondok yang terlihat cukup besar yang berada di tengah hutan.
"Nah, di sini kita akan menginap malam ini." Ucap Gaga pada ketiga rekan kerjanya.
__ADS_1
"Tapi bukankah kita akan membuat tenda?" Tanya Sally merasa bingung karena mereka sudah membawa tenda untuk tempat tidur.
"Kita akan tetap membuat tenda. Tapi tenda itu hanya digunakan untukku dan Alfin saja. Sedangkan kalian menginap di dalam pondok." Jelas Gaga.
Sally dan Hanum mengangguk paham. Setelah mendapatkan penjelasan dari Gaga, akhirnya mereka pun masuk ke dalam pondok untuk meletakkan barang-barang mereka.
Di saat Hanum sedang sibuk membuka barang-barang bawaan mereka, Hanum dikejutkan dengan panggilan telefon dari nomer seseorang yang tidak dikenalinya.
"Nomer siapa ini?" Tanya Hanum merasa ragu untuk mengangkatnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1