
Deg
Jantung Hanum dibuat berdebar-debar setelah melihatnya. "A-apa ini..." ucapnya terbata.
"Kau pasti ingat dengan bayi ini bukan?" Tanya Dio.
Hanum menatap foto bayi itu dengan intens. Wajah bayi itu sangat tidak asing di matanya pun dengan kain bedong yang digunakan bayi tersebut.
"Di-divan?" Ucap Hanum terbata. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca saat mengingat pertama kalinya ia bertemu dengan Divan.
"Ya, dia adalah Divan, Hanum." Jawab Dio menatap intens wajah istrinya.
Hanum menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa maksudnya ini Dio? Kenapa data diri Divan ada di sini?" Tanya Hanum.
Dio menghela nafas sejenak. "Hanum, aku tahu kau pasti marah kepadaku karena sudah mencari tahu data diri Divan tanpa sepengetahuanmu. Tapi ini semua aku lakukan agar rasa takut di hatimu sudah tidak ada lagi. Kau harus tahu kebenaran tentang Divan saat ini." Jelas Dio.
__ADS_1
Pandangan Hanum beralih pada pemilik panti seolah ingin meminta sebuah penjelasan. Mengetahui arti tatapan mata Hanum kepadanya, akhirnya pemilik panti pun mulai bercerita tentang jati diri Divan sebelum diadopsi oleh Mama Jelita.
Hanum yang mendengarkannya pun dibuat menangis tersedu-sedu karena mengetahui jika anak yang ia rawat selama ini adalah anak yatim piatu. Anak yang selamat pada saat mobil yang dikendarai kedua orang tuanya kecelakaan di sebuah jalan tol.
"Divan..." Hanum semakin menangis dengan keras. Betapa malangnya putra kecilnya itu. Di saat ia baru saja lahir beberapa bulan ke dunia ia sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang anak yatim piatu. "Kasihan sekali putraku." Lanjut Hanum kemudian.
Dio pun menenangkan Hanum yang sedang menangis dan meminta Bu Halimah untuk melanjutkan ceritanya.
"Jadi Divan tidak memiliki keluarga lagi setelah kepergian kedua orang tuanya?" Tanya Hanum.
Bu Halimah pun mengangguk membenarkannya. "Betapa beruntungnya Vito dirawat oleh wanita yang sangat baik seperti anda, Nona." Ucap Bu Halimah merasa haru. Sebelumnya ia benar-benar tidak menyangka jika tujuan Mama Jelita mengadopsi Divan atau Vito saat ini untuk melakukan hal jahat pada Hanum.
Setelah cukup lama berada di panti asuhan saling bercerita tentang bagaimana perkembangan Divan selama ini saat dirawat oleh Hanum, Dio pun membawa istrinya itu pulang.
"Kenapa tidak menceritakan hal ini kepadaku kemarin?" Tanya Hanum.
__ADS_1
"Karena aku ingin memberitahukannya saat ini." Jawab Dio seadanya.
Hanum menghela nafas. Ia pun akhirnya tersenyum pada suaminya itu. "Kau sangat baik. Aku berterima kasih kepadamu sudah membuka kasus sampai sejauh ini." Ucap Hanum.
"Apapun akan aku lakukan demi kebaikanmu. Aku tidak ingin kau menghabiskan banyak waktu dengan difitnah orang lain. Sudah saatnya semua kebohongan terbongkar." Jawab Dio.
Hanum memegang lengan suaminya. "Sekali lagi terima kasih. Mulai saat ini aku sudah tidak lagi takut jika ada orang yang akan mengambil Divan dariku." Ucap Hanum.
"Ya, setelah ini kita urus kembali surat adopsi Divan agar ada penguat hukum yang bisa kita bawa jika saja suatu saat ada yang berniat buruk pada kita." Ucap Dio.
Hanum menyetujuinya. Ia sangat bersyukur memiliki Dio yang selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya dan putranya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗