Istri Figuran

Istri Figuran
Ada Divan di antara mereka


__ADS_3

Setelah saling bercerita panjang lebar di ruang tamu yang membuat Dio menjadi kesal karena perkataan sepupu, adik dan ibunta, akhirnya mereka pun diminta untuk masuk ke dalam kamar masing-masing oleh Bu Shanty untuk beristirahat.


"Malam ini kau harus tidur di kamarku jangan di kamar tamu!" Titah Dio sebelum Hanum menaiki anak tangga menuju lantai dua.


"Baiklah. Tapi aku membawa Divan." Jawab Hanum karena ia tidak mungkin membiarkan Divan tidur sendiri di rumah yang masih asing untuk putranya.


Dio terdiam lalu menatap wajah polos Divan. "Terserah kau saja." Jawab Dio lalu melangkah lebih dulu menaiki tangga.


"Papah kenapa, Mah?" Tanya Divan merasa bingung dengan sikap Dio.


"Tidak apa-apa. Papa hanya capek saja." Jawab Hanum sambil mengusap rambut Divan.


Divan mengangguk saja lalu mereka pun melangkah menaiki anak tangga.


Digo, Bu Shanty dan Richard yang masih berada di lantai bawah nampak tersenyum menyeringai bersamaan melihat kepergian Dio.


"Dia terlihat sangat cemburu." Ucap Richard.

__ADS_1


"Tentu saja, Kak. Dan itu berarti rencana kita berhasil." Jawab Digo.


Richard menganggukkan kepalanya. "Kau benar. Semoga saja setelah ini harapanmu akan terkabul." Ucap Richard.


Digo menganggukkan kepalanya. "Ya, semoga saja." Jawabnya.


Bu Shanty yang mendengarkan percakapan di antara mereka pun hanya tersenyum karena kini ia sudah yakin jika putranya sudah memiliki rasa pada menantunya melihat betapa cemburunya Dio pada Richard tadi.


Dio yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya dibuat gelisah memikirkan dimana baiknya Divan akan tidur malam ini. Jika Divan tidur di atas ranjang sudah pasti ia tidak bisa memeluk Hanum seperti biasanya. Dan jika ia melarang Divan untuk tidur bersama mereka pasti Hanum tidak akan setuju mendengarnya.


"Kita langsung tidur, ya." Ucap Hanum setelah ia dan Divan keluar dari dalam kamar mandi.


"Papah tidak tidur?" Tanya Divan pada Dio yang saat ini sedang duduk di atas sofa.


"Sebentar lagi. Divan tidurlah lebih dulu." Jawab Dio.


"Baik, Pah." Ucap Divan.

__ADS_1


Hanum pun segera menidurkan Divan tanpa tahu apa yang Dio rasakan saat ini.


"Sudahlah, malam ini tak apa ada Divan di antara kami." Ucap Dio pelan lalu memutuskan untuk bergabung di atas ranjang.


Hingga tengah malam telah tiba, Dio belum menunjukkan tanda-tanda akan memicingkan kedua matanya. Dirinya terus saja membayangkan tidur nyamannya beberapa waktu belakangan ini dengan memeluk tubuh Hanum dan malam ini ia tidak bisa mendapatkannya karena ada Divan di antara mereka.


"Bagaimana ini? Apa aku harus memeluk Divan saja?" Ucap Dio pelan menatap wajah lelap putranya.


Dio menggelengkan kepalanya. Ia tahu jika memeluk Divan tidak akan senyaman ia memeluk tubuh Hanum. Jadilah Dio memilih memeluk guling dengan tidur membelakangi Divan dan Hanum.


Sebelum benar-benar terlelap Dio pun memikirkan cara untuk menghukum istrinya karena sudah berani tersenyum manis pada Richard dan berniat memberi perhitungan pada Richard karena telah berani memuji istrinya di depan matanya sendiri.


"Kau bisa bebas malam ini tapi aku tidak jamin untuk malam-malam selanjutnya." Gumam Dio sambil memejamkan kedua kelopak matanya. Sungguh setelah hari ini ia tidak akan membiarkan Hanum masih bisa tersenyum manis pada Richard.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2