Istri Figuran

Istri Figuran
Jangan melakukannya!


__ADS_3

Dio tersenyum melihat reaksi Hanum saat mendapatkan sentuhan darinya. Sebelah tangannya yang bebas pun mulai nakal menyusup masuk ke dalam baju yang Hanum kenakan.


Hanum seketika membuka kedua kelopak matanya saat merasakan tangan Dio mulai bergerak di dalam baju yang ia kenakan. "Hentikan." Pintanya pelan tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan saat ini.


"Hentikan?" Dio mengulang perkataan Hanum dengan memainkan sesuatu yang sudah mulai candu untuk ia sentuh.


"Hen—" perkataan Hanum terhenti karena dirinya tak kuasa menahan sesuatu yang hendak keluar dari mulutnya. Apa lagi jika bukan sebuah suara kenikmatan yang ia rasakan akibat sentuhan Dio.


Dio mengerti jika istrinya menginginkan sentuhan lebih darinya bukan menolaknya. Ia pun dengan cepat mendekatkan wajahnya pada wajah Hanum lalu membenamkan bibirnya di bibir mungil Hanum.


Hanum dibuat melototkan kedua kelopak matanya karena pergerakan Dio yang terbilang cepat. Ia tak lagi menolak seperti apa yang ia lakukan tadi justru menikmati ciuman yang Dio berikan.


Dio memperlakukan istrinya itu dengan lembut. Ia tidak bersikap tergesa-gesa walau sejak tadi sudah sangat menginginkan mengulang percintaan panas mereka kembali. Tangannya yang bergerak aktif di dalam baju Hanum pun mulai turun mencari kenikmatan lain.


"Dio hentikan." Ucap Hanum setelah ciuman Dio terlepas.


"Kenapa?" Dio bertanya tanpa menghentikan aktivitasnya. Enak saja istrinya itu ingin menghentikannya di saat ia sedang senang-senangnya.

__ADS_1


"Kau bisa berbuat lebih jika terus seperti ini." Jawab Hanum sambil menahan suara kenikmatan dari mulutnya.


"Memang aku menginginkan hal yang lebih setelah ini." Jawab Dio apa adanya.


Hanum dibuat kembali tak dapat berkata-kata. Suaminya itu benar-benar pandai membuatnya terbuai dan menikmati sentuhan darinya.


"Hei jangan..." Hanum pun mencoba menggunakan akal sehatnya saat Dio mulai membuka satu persatu kancing piyama yang ia kenakan.


"Kenapa?" Bukannya berhenti Dio justru semakin bersemangat membuka kancing baju Hanum.


"Kau ingin apa?" Hanum menahan tangan Dio yang hendak melepaskan kancing terakhir piyamanya.


"Jangan melakukannya lagi atau aku bisa—" Hanum menghentikan perkataannya saat mata Dio menatapnya dengan intens.


"Bisa apa?" Tanya Dio meminta Hanum melanjutkan perkataannya.


"Aku bisa hamil." Jawab Hanum dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


"Memangnya kenapa jika kau hamil?" Suara Dio berubah datar.


Hanum yang mendengarkannya pun mencoba untuk mengungkapkan isi hatinya. "Kau tidak mungkin mau membuatku hamil bukan? Kau tidak lupa dengan statusmu saat ini bukan?" Tanya Hanum.


"Aku ingat. Aku adalah suamimu dan wajar saja jika aku ingin membuatmu hamil darah dagingku." Jawab Dio.


"Tapi saat ini kau masih memiliki seorang—" perkataan Hanum terbuang begitu saja di udara saat Dio membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman. Dio tidak ingin istrinya itu kembali melanjutkan perkataannya karena ia tahu apa yang ingin Hanum katakan setelah ini.


Ciuman yang Dio berikan pun berhasil membuat tangan Hanum terlepas dari menahan tangan Dio hingga kini Dio bisa bebas melepas kancing terakhir baju Hanum.


Dan entah kapan itu, kini baju dan celana yang Hanum kenakan sudah terlepas dari tubuhnya. Dio menatap tubuh polos istrinya itu dengan lapar. Terlebih saat ini ia sangat menggebu-gebu ingin membuat istrinya ini mengandung darah dagingnya.


"Bersiaplah." Ucap Dio lembut sambil membuka bajunya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2