
"Dari mana dia tahu jika aku sibuk? Dan kapan dia berniat mengajakku?" Gumam Dio.
Hanum yang tidak tahu jika kini sedang menjadi pusat perhatian Dio terus melanjutkan percakapan dengan putranya.
"Jadi Papah tidak ikut, Mah? Teman-teman Dio kalau jalan-jalan pergi bersama orang tuanya lengkap, Mah." Ucap Divan mengeluarkan isi pemikirannya.
"Iya, tapi untuk kali ini Papa tidak ikut. Lagi pula Mama pergi bersama rekan kerja Mama bukan pergi dengan keluarga." Jawab Hanum.
Divan akhirnya mengangguk saja mengerti dengan apa yang Hanum katakan. Sedangkan Dio yang sudah selesai mencuri dengar percakapan anak sambung dan istrinya memilih pergi menuju kamarnya yang ada di lantai dua menaiki anak tangga.
Hanum yang masih tidak menyadari kehadiran Dio karena langkah kaki Dio menaiki anak tangga tidak terdengar pun kembali fokus pada acara televisi di depannya.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu, kini Dio telah berada di dalam kamarnya. Dilihatnya jam masih menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Jika Divan tidur dengan teratur pukul sembilan nanti Hanum pasti sudah mengajak Divan untuk tidur di dalam kamarnya.
Dio memilih menunggu Hanum dengan duduk di atas sofa seperti yang ia lakukan tadi malam. Sambil menunggu Hanum kembali ke dalam kamar, Dio mencoba menghubungi kekasihnya berharap mendapatkan balasan dari kekasihnya. Sudah beberapa hari ini ia dan Calista jarang menjalin komunikasi karena Calista sedang sibuk dengan rencana penelitiannya. Dio pun mencoba memahami kesibukan kekasihnya itu dengan tidak mengganggunya dan hanya menunggunya.
Jarum jam terus berputar ke arah kanan dan kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun Hanum tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke dalam kamar.
"Apa dia akan tidur di kamar tamu lagi?" Tanya Dio pada dirinya sendiri. Merasa tebakannya adalah benar, Dio pun memilih untuk tidur di atas ranjang malam ini karena ia yakin Hanum tidak akan kembali ke dalam kamarnya.
Tak berselang lama Hanum pun ikut menyusul Divan ke alam mimpi sambil memeluk tubuh Divan. Ya, malam ini Hanum kembali memutuskan tidur di kamar tamu bersama Divan karena ia ingin menjaga jarak dengan Dio karena ia tahu Dio sangat tidak menginginkannya.
Di saat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Dio nampak terjaga dari tidurnya. Dilihatnya ke samping ranjang tidak ada seseorang di sana. Dio menghela nafasnya. Harusnya ia tidak lupa jika Hanum pasti tidur di kamar tamu saat ini.
__ADS_1
Dio berniat untuk melanjutkan tidurnya kembali namun bayangan Hanum terus melintas di benaknya.
"Agh, sial!" Rutuk Dio lalu menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Ia beranjak dari ranjang dan melangkah keluar dari dalam kamarnya menuju kamar tamu berada. Untung saja Hanum tidur di kamar tamu yang berada di lantai atas hingga Dio tidak terlalu jauh untuk mencari keberadaannya.
Setibanya di depan pintu kamar tamu, Dio merasa bingung apakah harus membuka pintu atau tidak. Namun karena tidak mau larut dalam rasa penasaran akhirnya Dio membuka pintu kamarnya dan dibuat terkejut melihat sosok yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu yang baru saja terbuka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗