
"Aku rasa Tuan Dio tidak mungkin berbohong." Jawab Nimas yang mulai mempercayai apa yang Dio katakan.
"Tapi bagaimana bisa? Bagaimana bisa mereka bisa menikah? Kau juga bisa melihat bukan jika selama ini Tuan Dio tidak pernah dekat dengan wanita murahan itu?" Ucap Cita merasa kesal. Ia bahkan sampai menghentakkan kedua kakinya melampiaskan kekesalannya.
Nimas menganggukkan kepalanya. Ia pun mulai menebak-nebak bagaimana bisa Hanum dan Dio bisa menikah sedangkan selama ini mereka tidak pernah dekat sama sekali.
"Sudahlah, memikirkan mereka membuat kepalaku pusing saja." Ucap Nimas memutuskan tak lagi memikirkan hubungan Dio dan Hanum. Lagi pula hubungan mereka tidak membuatnya merasa dirugikan karena selama ini yang tidak menyukai Hanum hanyalah Cita sedangkan dirinya hanya ikut-ikut saja dengan Cita.
Mama harus tahu informasi ini! Ucap Cita dalam hati.
*
"Apa? Jadi kau memberitahukan pada Kakak tiri Hanum jika kau adalah suaminya?" Tanya Daniel yang turut merasa terkejut dengan pengakuan dari sahabatnya.
__ADS_1
"Ya, agar wanita itu bisa berpikir jauh sebelum bermain-main dengan istriku." Jawab Dio. Walau Cita dan yang lainnya belum mengetahui dengan jelas siapa jati dirinya, namun Dio yakin Cita tidak akan berani bermain-main dengannya karena Cita tahu dirinya bukanlah orang sembarangan.
"Wah, wah, ternyata kau bisa diandalkan juga." Ucap Daniel.
"Apa maksudmu?" Tanya Dio dengan nada tak suka.
Daniel menarik sebelah sudut bibirnya ke samping. "Ya, karena kini kau sudah bisa bergerak melindungi istrimu dari banyaknya orang yang berniat menyakitinya. Apa kau tahu dengan mengetahui status Hanum saat ini adalah istrimu akan membuat orang-orang berpikir dua kali untuk bermain-main dengannya." Jawab Daniel.
Dio terdiam karena memikirkan apa yang baru saja Daniel katakan. Sahabatnya itu benar, jika sejak lama ia mengumumkan pernikahannya dan Hanum mungkin saat ini Cita tidak akan berani mengganggu istrinya itu.
Dio mengiyakannya lalu pembicaraan mereka pun beralih pada pembahasan pekerjaan. Dio tidak memiliki waktu banyak berada di perusahaan Alexander karena satu jam lagi ia harus pergi ke cafe miliknya dan menyelesaikan permasalahan yang ada di sana.
*
__ADS_1
Saat jam makan siang telah tiba, Hanum, Sally, Gaga dan Alfin nampak keluar dari ruangan kerja mereka sambil bercerita tentang apa yang terjadi tadi pagi di dalam ruangan kerja mereka. Mendengar penjelasan Sally tentang bagaimana Dio mengungkapkan status di antara dirinya dan Hanum di depan Cita dan Nimas membuat Gaga dan Alfin tersenyum miring karena kini mereka dapat memastikan jika Cita tak akan lagi berani bermain-main dengan Hanum.
Dan pada saat melewati ruangan Cita, secara bersamaan Cita dan Nimas keluar dari ruangan kerjanya.
"Ehem, sepertinya ada yang sudah kepanasan ni karena mengetahui Hanum adalah istri dari pengusaha kaya raya." Sindir Sally untuk Cita.
Cita yang merasa tersindir pun menatap Sally dengan tajam.
"Apa? Kau mau mencari masalah denganku? Atau pada Hanum? Kau harus ingat bekingan kami sekarang bukanlah main-main. Tuan Dio dan pemilik perusahaan ini. Sedikit saja kau berniat jahat pada Hanum lagi maka saat itu juga kau akan ditendang dari perusahaan ini oleh Tuan Daniel." Ucap Sally dengan tersenyum menyeringai.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗