Istri Figuran

Istri Figuran
Tiada jarak di antara kita


__ADS_3

Dio yang menyadari kehadiran Hanum di dalam kamarnya memilih tetap fokus pada ponselnya. Melihat Dio yang tidak merespon kedatangannya membuat Hanum memilih melangkah ke arah lemari berniat mengambil pakaian tidurnya di sana. Setelahnya Hanum membawanya menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya di sana.


"Tumben sekali dia tidur di atas ranjang. Biasanya jika pulang dia selalu tidur di atas sofa." Ucap Hanum setelah berada di dalam kamar mandi. "Apa mungkin dia akan pindah setelah aku masuk ke dalam kamar mandi? Ya, dia pasti pindah." Ucap Hanum pada dirinya sendiri karena tidak mungkin Dio mau tidur di ranjang yang sama dengannya jika tidak ada Bu Shanty di dekat mereka.


Lima belas menit menghabiskan waktu di dalam kamar mandi, akhirnya Hanum pun keluar dengan pakaian tidurnya. Dilihatnya ke arah ranjang Dio masih nampak di sana dan sedang memainkan ponselnya.


"Kenapa dia tidak pindah?" Gumam Hanum pelan. Kini Hanum merasa bingung harus melangkah ke arah mana selain ke arah ranjang.


"Baiklah, sepertinya aku menunggu di sofa saja." Putus Hanum setelah cukup singkat berpikir.


Hanum pun segera melangkah ke arah sofa lalu duduk di sana setelah sebelumnya mengambil ponselnya di atas nakas.


"Pasti sebentar lagi dia memintaku untuk pergi dari sini." Tebak Hanum sambil memainkan ponselnya.


Namun ternyata tebakan Hanum salah karena setelah hampir setengah jam memainkan ponselnya Dio tak kunjung beranjak dari atas ranjang justru kini menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Loh, dia tidur di atas ranjang?" Tanya Hanum bingung. Hanum pun beranjak dari atas sofa dan menghampiri Dio yang sedang berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


"Dio?" Ucap Hanum pelan namun masih dapat didengar oleh Dio.


Dio menoleh ke arah Hanum berada. "Ada apa?" Tanyanya datar.


"Apa kau akan tidur di ranjang malam ini?" Tanya Hanum.


"Lalu aku harus tidur dimana?" Dio balik bertanya.


"Di..." Hanum menggaruk keningnya yang tidak gatal. Merasa bingung harus menjawab apa.


"Dimana lagi aku akan tidur jika tidak di atas ranjang." Ketus Dio lalu menarik selimut menutupi kepalanya agar tak melihat wajah Hanum lagi.


Bukannya biasanya kau tidur di atas sofa? Tanya Hanum dalam hati karena tidak mungkin ia berkata seperti itu kepada Dio.


Baiklah, malam ini kami akan berbagi ranjang. Ya, untuk malam ini saja karena besok dia pasti tidak tidur di apartemen seperti biasanya. Lanjut Hanum kemudian masih dalam hati.


Krek

__ADS_1


Dio semakin memejamkan kedua kelopak matanya saat merasakan pergerakan Hanum yang naik ke atas ranjangnya.


"Bolehkah aku meminta sedikit bagian selimut?" Tanya Hanum karena Dio cukup menarik banyak selimut ke tubuhnya.


"Jika kau mau kau saja yang mendekat ke arahku." Jawab Dio tanpa membuka selimut yang menutupi wajahnya.


Hanum membulatkan kedua matanya. Apa maksud suaminya saat ini. Yang benar saja Dio memintanya tidur berdekatan dengannya. Dari pada menuruti keinginan Dio, Hanum lebih memilih tidur tanpa menggunakan selimut saja.


Mendapatkan penolakan secara tidak langsung dari Hanum tentu saja membuat Dio yang sejak tadi menunggu Hanum mendekat merasa kesal. Entah sudah berapa kali istrinya itu selalu menolak permintaannya. Hanum adalah wanita pertama yang paling terbanyak menolak keinginannya.


"Lihat saja ketika kau bangun nanti kau tidak akan melihat jarak di antara kita." Ucap Dio sambil tersenyum menyeringai.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2