Istri Figuran

Istri Figuran
Pergi diantarkan Papa


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, akhirnya hari yang dinantikan Hanum dan ketiga rekan kerjanya pun tiba. Pagi itu Hanum dan Divan nampak sudah bersiap-siap di apartemennya untuk pergi ke sebuah gedung yang menjadi tempat pertemuan Hanum dan ketiga rekan kerjanya.


"Aku akan mengantarkanmu dan Divan pergi." Ucap Dio tiba-tiba yang membuat Hanum terkejut mendengarnya.


"Apa?" Ucap Hanum dengan mata membola.


"Aku pikir kau sedang tidak tuli." Ucap Dio sambil memakaikan jaket di kulitnya.


"Untuk apa kau mengantarkanku? Aku sudah memesan taxi online." Ucap Hanum secara tidak langsung menolak Dio. Lagi pula yang benar saja suaminya itu mau mengantarkannya pergi bertemu dengan teman-temannya. Yang ada nantinya semua teman-temannya itu akan tahu tentang statusnya saat ini bersama Dio.


"Batalkan pesanan taxi itu." Titah Dio singkat namun penuh penekanan.


Hanum berniat menjawabnya, namun tatapan tajam Dio menyurutkan niatnya.


Hanum menghela nafasnya dan terpaksa melakukan apa yang Dio inginkan.


"Mamah, ayo pergi. Nanti terlambat itu." Ajak Divan yang baru saja kembali dari kamar mandi.


Hanum menatap pada Dio sejenak lalu mengangguk pada Divan. Dio pun segera meraih koper Hanum dan menariknya keluar dari dalam apartemen.

__ADS_1


"Mamah, apa Papa ikut dengan kita?" Tanya Divan bingung karena Dio yang menarik koper Hanum.


Hanum menggelengkan kepalanya. "Tidak, Papa hanya mengantarkan kita saja." Jawab Hanum lembut.


"Papa mengantarkan kita?" Ulang Divab dan diangguki Hanum sebagai jawaban. "Asik... diantarkan Papah." Jawab Divan riang.


Hanum tersenyum melihat raut bahagia di wajah anaknya. Pun dengan Dio yang tanpa sadar ikut tersenyum mendengarkan perkataan Divan.


Saat sudah berada di dalam mobil milik Dio, Hanum dibuat bingung harus mengatakan apa nanti pada ketiga sahabatnya jika mereka melihat Dio yang mengantarkannya pergi. Hanum hanya bisa berharap jika nantinya ketiga sahabatnya itu belum sampai di tempat pertemuan mereka hingga tidak melihat sosok Dio yang mengantarkannya.


Dan harapan Hanum pun akhirnya terwujud karena saat sudah sampai di tempat pertemuannya dan ketiga temannya ia tidak melihat keberadaan ketiga temannya di sana.


Divan mengangguk saja mengiyakan perkataan Hanum. Sedangkan Dio setelah mengeluarkan koper milik Hanum pun berpamitan untuk pergi karena ia bingung harus melakukan apa di sana.


"Huft..." Hanum menghembuskan nafas lega setelah kepergian mobil Dio. Akhirnya yang ditakutkannya tidak terjadi karena Dio tidak bertemu dengan ketiga rekan kerjanya.


Tak berselang lama mobil milik Gaga pun tiba. Sally nampak keluar lebih dulu dari dalam mobil Gaga dan melangkah cepat menghampiri Hanum dan Divan.


"Hanum, ini anakmu?" Tanya Sally dengan mata berbinar menatap pada Divan yang terlihat sangat tampan dan lucu di matanya.

__ADS_1


"Emh, ya. Ini anakku. Divan, ayo salim dengan Tante." Pinta Hanum.


Divan menurut lalu mengulurkan tangannya pada Sally.


"Agh, lucu sekali..." puji Sally sambil memegang kedua pipinya.


Hanum tersenyum mendengarnya. Tak lama Gaga dan Alfin pun turut bergabung bersama mereka dan melakukan hal yang sama pada Divan.


"Oh ya, Hanum. Tadi kau datang bersama siapa ke sini?" Tanya Sally pada Hanum.


Hanum terdiam sambil berpikir apakah ia harus menjawab jujur atau tidak. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Hanum membuat Sally bertanya dengan Divan.


"Dengan Papah, Tante." Jawab Divan dengan wajah polosnya dan berhasil membuat Sally, Gaga dan Alfin terkejut mendengarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2