Istri Figuran

Istri Figuran
Hari pertama yang melelahkan


__ADS_3

"Ya, tentu saja. Lalu kau ingin meminta bantuan siapa lagi?" Tanya Mama Jelita.


"Tapi rumah ini besar sekali, Mah! Cita tidak bisa membersihkannya sendiri." Protes Cita.


"Bersihkan bagian lantai bawah saja dulu baru ke lantai atas. Ingat tidak ada protes atau kita akan sengsara." Jawab Mama Jelita.


Cita berdecak sebal mendengarnya. Mau tidak mau ia menuruti perkataan Mama Jelita untuk membersihkan rumah itu seorang diri. Cita mengambil sapu rumah yang berada di ruangan belakang rumah lalu memulai pekerjaannya dengan menyapu rumah lebih dulu.


Richard yang memperhatikan gerak-gerik merek dari rekaman CCTV dibuat tersenyum puas karena sudah berhasil mengerjai Cita dan Mama Jelita.


"Ini baru hari pertama. Masih ada banyak waktu yang lebih menyeramkan dari pada hari ini." Ucap Richard diiringi seringaian jahat di wajahnya.


Saat waktu makan siang telah tiba, Richard segera keluar dari dalam kamarnya menuju ruangan makan untuk menikmati makan siangnya dari hasil masakan pembantu barunya.


Walau pun sikap dan wajahnya buruk tapi masakanannya tidak buruk. Masakannya cukup enak dan sesuai dengan lidahku. Komentar Richard dalam hati sambil memakan makanan hasil masakan Mama Jelita.


"Bagimana Tuan? Apa makanannya enak?" Tanya Mama Jelita yang berdiri tidak jauh dari Richard berada.

__ADS_1


"Lumayan." Jawab Richard singkat.


Apa? Hanya lumayan? Ulanh Mama Jelita dalam hati. Ia pikir Richard akan memuji masakannya yang sangat enak itu namun ternyata itu hanyalah angan-angannya saja.


Pandangan Richard pun tiba-tiba beralih pada Cita yang sedang berjalan ke arah mereka dengan wajah yang nampak basah oleh keringat.


"Aku lelah sekali, Ma." Keluh Cita sambil mengusap keringat yang membasahi wajahnya.


"Cita!" Mama Jelita menatap Cita penuh peringatan karena Cita bersikap jorok di depan Richard yang sedang makan.


"Pergilah ke belakang dan makan sianglah di sana. Jangan mengusap keringatmu lagi di depanku karena itu sangat menjijikkan!" Ucap Richard ketus.


Hahaha... Richard tertawa dalam hati melihat Cita yang kelelahan. Ini belum seberapa dibanding penderitaan yang dialami Hanum dulu karena fitnah kejam dari kalian. Lanjut Richard dalam hati.


*


Baru satu hari bekerja di rumah Richard tubuh Cita sudah dibuat remuk dengan deretan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Baru saja ia merasakan tertidur akibat kelelahan kini ia sudah harus kembali terjaga karena waktu sudah pagi dan sudah saatnya mereka untuk beraktivitas kembali.

__ADS_1


"Cita ayo bangun! Kita harus bersiap memasak untuk sarapan pagi!" Ucap Mama Jelita sambil menggoyangkan tubuh Cita.


"Tapi tubuh Cita sangat lelah, Mah. Mamah saja yang memasak sana!" Ucap Cita.


"Cita!" Mama Jelita yang merasa marah dengan sikap Cita semakin mengguncang tubuh anaknya itu hingga terbangun dari tidurnya.


Cita yang merasa kesal namun tidak bisa membantah pun akhirnya bangkit dari pembaringannya dan keluar menuju dapur.


Sesampainya di dapur Cita tak langsung membantu pekerjaan mamanya karena matanya masih terasa mengantuk dan ia memilih untuk duduk di kursi lebih dulu sambil memejamkan mata.


"Cita, hei, kenapa kau melanjutkan tidurmu di sini?! Ayo bangun dan bantu Mama memasak!" Ucap Mama Jelita keras sambil menggoyangkan tubuh Cita dengan kuat.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2