Istri Figuran

Istri Figuran
Kau mengkhawatirkannya?


__ADS_3

"Kenapa kau tiba-tiba datang seperti jelangkung saja?!" Sembur Marvel tanpa menjawab permintaan Dio.


Melihat Arthur yang kini menghentikan permainannya membuat Dio segera mendekat pada putra angkat Marvel itu.


"Arthur bermainlah sendiri sebentar, ya. Om pinjam Ayah dulu." Ucap Dio pada Arthur.


"Baik, Om." Jawab Arthur patuh lalu kembali melanjutkan permainannya.


Setelah mendapatkan jawaban dari Arthur, Dio langsung menarik tangan Marvel untuk mengikutinya. Windi yang melihat tingkah sahabat suaminya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena hal seperti itu sudah biasa ia lihat.


"Kau ini apa-apaan? Datang tidak diundang dan tiba-tiba saja memintaku untuk menolongmu. Kau pikir aku ini seorang polisi yang bisa menjadi tempat penolongmu?!" Sembur Marvel saat mereka sudah berada di dalam ruangan kerja Marvel. Kegiatannya yang sedang asik bermain harus terganggu oleh si pengganggu Dio.


Dio menulikan telinganya mendengar celotehan Marvel. "Aku memiliki sebuah masalah saat ini dan kau harus membantuku." Ucap Dio.


Marvel mendecakkan lidahnya karena Dio tidak memperdulikan perkataannya.


"Ayolah. Ini tentang dia." Ucap Dio merasa malas menyebut nama istrinya.

__ADS_1


"Dia siapa?" Tanya Marvel ketus.


"Ibu dari Divan." Jawab Dio.


"Maksudmu Hanum istrimu?" Tanya Marvel dan diangguki Dio sebagai jawaban. "Apa yang harus aku bantu? Apa istrimu itu kabur dari apartemen karena sudah lelah menghadapi dirimu?" Tanya Marvel.


Puk


Dio menepuk keras lengan Marvel hingga membuat Marvel meringis karenanya. "Bukan karena itu." Ketusnya.


"Kau..." Marvel dibuat geram namun tetap melanjutkan pertanyaannya. "Lalu apa?" Tanyanya.


"Sudah selesai?" Tanya Marvel setelah Dio berhenti bicara.


Dio menganggukkan kepalanya.


"Tumben sekali kau merasa perhatian pada istrimu itu. Biasanya kau senang sekali mengabaikannya." Sindir Marvel.

__ADS_1


Dio mendecakkan lidahnya. "Aku tidak perhatian padanya. Aku hanya menjalankan amanah dari Mama." Jawab Dio. Sebelum Bu Shanty kembali ke kota Bandung waktu itu Bu Shanty memang memohon dengan sangat pada Dio agar memperlakukan Hanum dengan baik dan memperhatikan Hanum dan Divan layaknya istri dan anaknya.


"Apa kau yakin hanya karena itu saja? Atau... saat ini kau merasa khawatir karena istrimu pergi bersama rekan kerja prianya yang terlihat menaruh rasa ketertarikan padanya?" Sindir Marvel.


Dio mendecakkan lidahnya. "Jangan berbicara sembarangan!" Ketusnya.


Marvel tertawa-tawa. "Mungkin saja dia tidak mengangkat telefon darimu karena dia merasa kau tidak penting. Maka dari itu dia juga tidak berniat untuk mengabarimu jika dia dan Divan sudah sampai di tempat wisata." Ucap Marvel berusaha membuat perasaan sahabatnya semakin tidak tenang.


Dio diam mencerna apa yang Marvel katakan. Apa yang dikatakan Marvel mungkin saja benar hingga Hanum tak berniat mengangkat telefon darinya bahkan mengabarinya jika ia sudah sampai. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Hanum tidak memiliki nomer ponsel Dio sejak awal mereka menikah. Dan untuk mengabari Dio pun rasanya Hanum tidak perlu karena menurutnya Dio tidak akan membutuhkan kabar darinya.


"Penting atau tidak penting, saat ini dia dan Divan adalah tanggung jawabku. Sekarang aku minta kepadamu untuk memberi solusi atas permasalahanku saat ini." Ucap Dio tegas meminta Marvel untuk berpikir.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2