Istri Figuran

Istri Figuran
Atas nama istri


__ADS_3

"Dio, ayo katakan kejutan apa itu?" Tanya Hanum dengan wajah sebal karena suaminya tak kunjung menjawab pertanyaannya justru semakin memeluknya erat.


"Apa kau begitu penasaran, cinta?" Tanya Dio berbisik di telinga Hanum.


"Cinta?" Ulang Hanum dengan kedua mata membola.


Dio tak menghiraukan perkataan Hanum justru membawa istri dan anaknya itu ke ruangan makan.


Divan yang melihat interaksi kedua orang tuanya pun menggeleng merasa bingung dengan tingkah kedua orang tuanya.


*


Kini Dio dan Divan sudah berada di dalam perjalanan menuju sekolah Divan. Pagi ini sebelum berangkat ke perusahaannya Dio memilih untuk mengantarkan putranya itu ke sekolahnya lebih dulu.


"Ingat pesan Papa ya, Nak. Tunggu sopir menjemput Divan dulu baru pulang. Jangan mau menerima ajakan pulang dari orang yang tidak Divan kenal." Pesan Dio. Akhir-akhir ini di daerah sekolah Divan marak dengan aksi pencurian anak sekolah dan Dio sangat mencemaskan putranya itu.


"Baik, Pah. Divan pulang kalau dijemput sopir dan Papah saja." Jawabnya.


Tangan Dio terulur mengusap kepala putranya itu. "Anak pintar..." ucapnya membuat Divan tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


Mobil milik Dio pun terus melaju membelah jalanan yang cukup padat pagi itu. Tiga puluh menit berlalu, kini mobil milik Dio pun telah sampai di depan sekolah Divan.


"Belajar yang pintar." Ucap Dio sambil mengusap kepala Divan.


"Iya, Pah. Nanti jangan lama pulang dari rumah sakitnya ya, Pah." Pinta Divan.


"Tentu saja. Papa mana mau meninggalkan anak Papa terlalu lama." Jawab Dio.


Divan tersenyum mendengarnya. Ia pun memberikan kode untuk mencium Dio. Dio yang mengerti pun berjongkok dan mendekatkan pipinya pada putranya.


"Divan sayang Papah." Ucapnya setelah Dio balik memberikan ciuman di kedua pipinya.


Divan pun akhirnya berpamitan untuk masuk ke dalam yayasan milik keluarga Alexander. Sebelum pergi meninggalkan yayasan, Dio menyempatkan lebih dulu memberikan pesan pada security yang berjaga untuk menjaga putranya setelah pulang sekolah jika sopir Divan belum datang menjemputnya. Tak lupa Dio memberikan tip pada security tersebut karena sudah sering menjaga putranya.


Mobil milik Dio kembali melaju membelah jalanan. Niat Dio yang ingin langsung ke perusahaan ia batalkan karena mengingat perkataan Marvel tadi. Dio memilih melajukan mobilnya menuju sebuah perumahan elit di kotanya.


"Kau sudah sampai?" Tanya Marvel saat Dio sudah berada di sebuah rumah yang nampak mewah.


"Ya, ternyata kau juga ada di sini." Jawab Dio.

__ADS_1


"Ya, begitulah. Aku memutuskan untuk ke sini dulu memastikan kinerja mereka benar-benar sudah siap." Jawab Marvel.


Dio menepuk pundak sahabatnya itu. "Terima kasih karena sudah banyak membantu." Ucap Dio.


"Ucapan apa itu?" Marvel yang merasa malas mendengar ucapan terima kasih itu pun turut memutar kedua bola matanya.


"Tidak ada. Kalau begitu ayo kita masuk." Ajak Dio.


Marvel mengiyakannya lalu mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut. Setelah masuk ke dalam rumah, Dio benar-benar dibuat senang karena apa yang diinginkannya sudah terwujud dan sebentar lagi ia sudah bisa memberikan kejutan tersebut pada Hanum.


"Apa kau yakin ingin mengatasnamakan rumah ini atas nama istrimu?" Tanya Marvel sambil melangkah dengan Dio.


"Tentu saja, bukankah kita bertiga sama? Sama-sama memberikan rumah pada istri kita?" Tanya Dio dan ditanggapi Marvel dengan tawa di wajahnya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2