
"Apa semudah itu kau melepaskannya?" Hanum mencoba menggoyahkan pertahanan Calista. Bagaimana pun juga ia tahu tidak semudah itu melepaskan seseorang yang sudah lama bersama kita.
"Sekuat apapun aku menahannya agar tetap disisiku, dia akan tetap pergi karena dia bukanlah takdirku." Jawab Calista tersenyum namun berbeda dengan matanya yang kini memperlihatkan kesedihan di sana.
Hanum meraih tangan Calista dan menggenggamnya erat. "Aku tahu ini tidak mudah untukmu. Aku juga tidak bisa melepaskan suamiku begitu saja untuk wanita lain. Terima kasih sudah mau mengerti dengan keadaan ini. Semoga kau mendapatkan sosok pria yang lebih baik dari suamiku." Ucap Hanum lembut.
Calista tersenyum mendengarnya. "Aku juga berharap demikian." Balasnya.
Hanum melebarkan senyuman. "Aku tidak menyangka kita akan bertemu untuk kedua kalinya di sini." Ucap Hanum mengingat pertemuannya pertama kalinya dengan Calista.
"Ya, saat kita bertemu pertama kali waktu itu adalah hari pertama kepulanganku ke tanah air." Jawab Calista. Sebelum bertemu dengan Hanum saat ini, Calista cukup terkejut jika wanita yang ditemuinya beberapa saat yang lalu adalah istri dari Dio mantan kekasihnya. "Apa anak yang aku temui waktu itu adalah anakmu?" Tanya Calista.
Hanum mengangguk. "Ya, dia adalah anakku. Namanya Divan." Jawab Hanum.
__ADS_1
"Dia sangat manis seperti dirimu." Puji Calista tanpa berniat mempertanyakan asal usul Divan karena menurutnya itu adalah privasi Hanum.
"Terima kasih. Kau juga adalah wanita yang manis." Balas Hanum memuji.
Calista mengembangkan senyuman. Pertemuannya dengan Hanum hari itu membuat hatinya semakin lega karena wanita yang bersama Dio saat ini adalah wanita yang sangat baik dan dapat Calista pastikan bisa membuat Dio bahagia.
Setelah hari itu Calista memilih tak lagi mengganggu hidup Dio dan keluarganya. Walau bersepakat menjalin pertemanan yang baik dengan Hanum namun Calista memilih tetap menjaga jarak karena tidak ingin Dio salah paham dengan pertemanannya dan Hanum.
Hubungan rumah tangga Hanum dan Dio pun semakin harmonis setelah kedatangan Calista. Tidak ada efek apapun yang ditimbulkan dengan kedatangan mantan kekasih Dio tersebut seperti yang ditakutkan semua orang yang dekat dengan Hanum dan Dio.
Baru beberapa hari tinggal di apartemen, Dio sudah merasakan ada yang tidak beres dengan lingkungan di sekitarnya. Ia merasa ada yang mengikuti pergerakannya pun dengan Hanum yang bercerita jika akhir-akhir ini ia merasa diikuti oleh seseorang.
Untuk keamanan keluarga kecilnya, Dio pun mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mengawal Hanum dan Divan kemana pun mereka pergi.
__ADS_1
Rasa tidak aman yang dirasakan Dio akhir-akhir ini terjadi setelah Dio berhasil memenangkan tender dari perusahaan besar di Malaysia.
"Apa kau berpikir hal yang sama denganku?" Tanya Daniel pada Marvel saat mereka sedang membahas permasalah Dio saat ini.
"Ya, aku rasa rival perusahaan Mahesa yang melakukannya. Mereka pasti tidak terima karena Dio berhasil memenangkan tender iklan itu." Jawab Marvel.
"Mulai saat ini perketat penjagaan untuk Dio dan keluarganya. Aku yakin mereka tidak akan diam sebelum tujuannya mencelakai Dio dan keluarganya tercapai." Tekan Kevin.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗