Istri Figuran

Istri Figuran
Tidak sabar mengerjainya


__ADS_3

Pandangan Dio tertuju pada adik kandungnya yang terlihat memasang wajah tersenyum kepadanya. "Digo, kenapa kau membawa dia tanpa meminta izin pada Kakak?" Tanya Dio.


"Kenapa aku harus izin dulu pada Kakak? Tidak ada salahnya bukan jika Kak Richard ingin ikut mengantarkan Divan?"


Jawab Digo.


"Digo, kau..." perkataan Dio terhenti karena Hanum angkat suara.


"Sayang, biarkan Kak Richard ikut pergi mengantarkan Divan. Lagi pula tidak ada yang salah jika Kak Richard datang tanpa izin darimu." Ucap Hanum lembut.


Mendengar panggilan sayang dari istrinya membuat Dio luluh seketika. Ia akhirnya mengangguk menyetujui Richard pergi mengantarkan Divan ke sekolahnya bersama Digo.


Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Dio memastikan lebih dulu mobil yang membawa anak dan istrinya sudah melaju meninggalkan area apartemen.


"Seandainya saja jarak perusahaanku dan perusahaan Daniel searah, aku pasti akan mengantarkan istriku pergi bekerja." Gumam Dio sambil melajukan mobilnya meninggalkan area apartemen.


*


"Jadi Nenek sudah memperbolehkanmu tinggal di rumahku?" Tanya Richard saat mobil milik Digo sudah melaju jauh meninggalkan apartemen Dio.


Digo menganggukkan kepalanya. "Nenek percaya jika Kakak tidak akan membawaku ke jalan yang sesat." Kelakar Digo.

__ADS_1


Richard tertawa mendengarnya. "Aku tidak mungkin membawamu ke jalan yang sesat. Aku hanya ingin mengajakmu bermain-main denganku." Jawab Richard.


"Ya, ya, terserah Kakak saja. Yang terpenting aku juga senang diajak bermain oleh Kakak." Ucap Digo.


Richard tersenyum mendengarnya. Bayangan dirinya dan Digo bermain-main dengan Cita dan Mama Jelita membuatnya semakin tersenyum lebar dan tidak sabar untuk menjalankan misi mereka.


Divan yang mendengarkan percakapan kedua orang pria tampan di depannya hanya diam karena ia tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Divan, ingat jangan pulang sebelum Om Digo datang menjemput Divan." Pesan Digo pada Divan setelah sampai di sekolah Divan.


"Baik, Om. Divan akan menunggu Om datang menjemput Divan." Jawab Divan.


Digo mengusap kepala keponakannya tersebut. Ia pun memanggil security yang bertugas dan menitipkan Divan kepadanya jika Divan belum dijemput olehnya. Tak lupa Digo memberikan tip pada security tersebut seperti yang biasa Dio lakukan.


Saat mobilnya sudah sampai di depan perusahaan Alexander, secara bersamaan Cita nampak melajukan motornya masuk ke area parkiran motor.


"Kasihan sekali dia. Biasanya hidup mewah mengandalkan harta ayah dari iparku kini dia hidup sederhana seperti ini." Komentar Digo.


"Ya begitulah. Walau sudah jatuh seperti ini dia masih saja tidak berubah. Masih saja angkuh dan sombong." Komentar Richard.


Digo menggelengkan kepalanya. "Semoga saja mereka diberikan hidayah agar berubah." Harapnya.

__ADS_1


Richard tertawa saja karena Digo tiba-tiba baik mendoakan mereka sedangkan sebelumnya Digo sudah berniat mengerjai Cita dan Mama Jelita.


Akhrinya Richard pun keluar dari dalam mobil Digo. Digo pun segera melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Alexander setelah Richard turun dari dalam mobilnya.


"Digo, Digo. Kau itu aneh sekali." Komentar Richard sambil menggelengkan kepalanya.


Richard pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan bersamaan dengan Sally yang hendak masuk ke dalam perusahaan.


"Selamat pagi Tuan Richard." Sapa Sally ramah pada Richard.


"Selamat pagi. Kau terlihat semakin cantik pagi ini." Puji Richard.


"Benarkah begitu?" Wajah Sally seketika merona mendengar pujian dari Richard untuknya.


***


Wah, siapa jodoh Richard ya?


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2