Istri Figuran

Istri Figuran
Rencana yang gagal


__ADS_3

"Jika aku tidak mau?" Cita menarik salah satu sudut bibirnya ke samping.


Hanum tak menjawabnya justru menabrak tubuh Cita yang menghalanginya untuk melewatinya.


"Kau..." Cita tentu saja tak membiarkan Hanum lepas begitu saja. Ia segera mengejar Hanum dan mencekal lengannya hingga membuat pergerakan Hanum terhenti.


"Sebenarnya kau ini mau apa? Jangan membuat keributan di sini!" Ucap Hanum menahan rasa geramnya pada Cita.


"Tentu saja yang aku inginkan saat ini adalah dirimu." Jawab Cita dengan tatapan berubah tajam.


"Diriku?" Ulang Hanum merasa tidak mengerti dengan maksud perkataan Cita.


"Ya. Aku ingin dirimu mendengarkan perkataanku!" Ucap Cita tegas.


Hanum menepis tangan Cita yang mencekal tangannya.


"Kau hanya membuang-buang waktuku saja!" Jawab Hanum ketus.

__ADS_1


"Kau..." Cita kembali meraih tangan Hanum dan mencekalnya lebih kuat agar tangan Hanum tidak terlepas dari tangannya.


"Lepaskan aku!" Hanum mencoba memberontak namun usahanya sia-sia karena Cita begitu kuat mencekal lengannya.


"Hei anak yang terbuang kau dengarkan perkataanku!" Ucap Cita keras.


Hanum dibuat terdiam. Bukan karena perintah dari Cita tapi karena mendengar Cita menyebutnya anak terbuang.


"Bagaimana rasanya jadi anak terbuang? Kau lihat tadi, Papa, aku dan Mama nampak seperti keluarga harmonis dan bahagia bukan tanpa dirimu. Ayah kandungmu bisa berbahagia dengan diriku dan Mama tanpa ada dirimu di sisinya. Dia bahkan tidak pernah menanyakan kabarmu barang sedikit saja. Ck sungguh kasihan sekali." Cita berupaya menjatuhkan mental Hanum.


"Lalu aku harus bilang wah begitu?" Jawab Hanum ketus.


"Kau jangan berpura-pura kuat. Aku tahu saat ini kau sangat bersedih karena melihat orang tua kandungmu yang masih tertinggal bahagia dengan keluarga barunya dan mencampakkan dirimu." Cibir Cita.


"Untuk apa aku bersedih? Kehidupanku sekarang jauh lebih bahagia dibandingkan kehidupanku saat bersamamu dan Mama Jelita. Kau tidak perlu repot-repot memamerkan kebahagiaan kalian tanpa diriku karena sama sekali aku tidak akan merasa sedih atau pun cemburu." Ucap Hanum lalu dengan pergerakan kuat melepas tangan Cita yang mencekal lengannya.


Setelahnya Hanum pun berlari meninggalkan Cita dengan menahan rasa sesak di dadanya saat ini. Walau berusaha kuat di depan Cita namun hatinya tidak sekuat itu mendengarkan perkataan Cita yang memang benar adanya.

__ADS_1


Bagaimana bisa ayah kandungnya itu nampak sangat bahagia dengan keluarga barunya tanpa memperdulikan dirinya yang berstatus sebagai anak kandungnya. Hanum pun terus berlari sambil menahan dirinya agar tidak menangis.


"Ada apa?" Tanya Dio saat Hanum kembali ke meja merek dengan wajah yang nampak memerah.


"A-aku tidak apa-apa. Bagaimana kalau sekarang kita kembali ke apartemen." Pinta Hanum.


Dio menatap wajah Hanum dengan intens. Melihat ada yang tidak beres dengan istrinya membuat Dio segera mengangguk dan membawa Hanum dan Divan kembali ke kediaman mereka.


"Siapa pria yang sedang bersamanya itu?" Tanya Cita menatap punggung kokoh yang sedang berjalan dengan Hanum saat ini.


Cita pun mengepalkan tangannya karena lagi-lagi niatnya yang ingin membuat Hanum menjadi merasa kepanasan gagal sudah. Entah mengapa adik tirinya itu tidak pernah terpancing dengan perkataan dan sikapnya hingga membuat Cita kesal karenanya.


"Bagaimana bisa wanita murahan itu makan di restoran mewah ini? Tidak mungkin bukan jika pria tadi adalah orang kaya sehingga bisa membawa Hanum makan di tempat ini?" Tanya Cita pada dirinya sendiri.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2