Istri Figuran

Istri Figuran
Setelah sekian lama


__ADS_3

"Jangan mengacak rambut anakku!" Ketus Dio dengan tatapan tajam pada Richard. Ia tidak suka bagian dari keluarga kecilnya disentuh oleh pria yang masih ia pikir memiliki rasa pada istrinya.


"Posesif sekali. Aku hanya mengacak rambut anakmu bukan rambut istrimu." Jawab Richard.


"Dio, Richard." Bu Shanty memberikan peringatan lewat tatapan matanya.


Richard dan Dio saling diam dan tak lagi melanjutkan perdebatan di antara mereka. Hanum yang melihat Richard dan Dio berdebat kecil pun hanya diam dan masih merasa tak percaya jika Dio dan Richard adalah sepupu.


"Oh ya, Divan, apa kau sangat menyayangi mamamu? Om lihat kau dapat merasakan apa saja yang mamamu rasakan." Tanya Digo pada Divan.


"Sangat sayang, Om. Mamah adalah surga Divan dan Divan harus sayang dan berbakti pada Mamah." Jawab Divan dengan polosnya.


Digo tertegun mendengarnya. Pun dengan yang lainnya. Mereka sungguh tidak menyangka kasih sayang Divan pada Hanum sangatlah besar begitu pula dengan Hanum pada Divan. Walau Divan bukanlah anak kandung Hanum tapi wanita itu memberikan kasih sayang yang sangat besar pada Divan hingga membuat Divan sangat menyayanginya.


"Mama juga sangat menyayangi Divan. Divan adalah belahan jiwa Mama." Ucap Hanum lalu memberikan kecupan di kening putranya.

__ADS_1


Digo dan yang lainnya tersenyum melihatnya. Percakapan di antara mereka pun beralih membahas hal yang lain tentang keputusan Dio selanjutnya setelah diumumkan menjadi presdir di perusahaan Mahesa.


Di tengah kebahagiaan yang menyelimuti keluarga kecil Hanum, Cita dan Mama Jelita tentu saja tidak senang melihatnya. Mereka tidak menyukai Hanum bahagia apa lagi saat ini memiliki keluarga baru yang terlihat sangat menyayanginya.


Berbeda dengan Papa Irfan, entah apa yang pria paruh baya itu rasakan saat ini. Ada rasa rindu yang tidak bisa terucap dan masih ada rasa kecewa yang tersisa di hatinya karena mengingat putrinya hamil di luar nikah beberapa tahun lalu.


Acara malam itu akhirnya selesai tepat pukul sepuluh malam. Satu persatu tamu undangan pun berpamitan untuk pulang termasuk Papa Irfan dan keluarganya.


"Terima kasih sudah datang di acara malam ini." Ucap Tuan Mahesa pada Papa Irfan.


Di sebelah Hanum, Dio nampak menggenggam erat tangan Hanum untuk menguatkan istrinya itu. Ia tidak ingin Hanum menunjukkan wajah sedihnya di depan keluarga yang sudah mencampakkannya.


"Apa kau oke?" Tanya Dio setelah keluarga Papa Irfan pergi dari hadapan mereka.


"Aku oke." Jawab Hanum seraya tersenyum.

__ADS_1


Dio mengusap kepala istrinya lalu kembali bersalaman dengan tamu undangan yang lainnya.


Cita dan Mama Jelita yang saat ini tengah melangkah keluar dari dalam hotel nampak saling pandang satu sama lain dengan tatapan tak suka melihat kebahagian yang Hanum dapatkan. Sedangkan Papa Irfan hanya menatap ke depan dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Mamah..." Cita menggenggam erat tangan Mama Jelita sebelum masuk ke dalam mobil.


"Kita bahas ini setelah sampai di rumah." Ucap Mama Jelita yang sudah mengerti apa yang ingin putrinya katakan.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2