Istri Figuran

Istri Figuran
Rencana Digo


__ADS_3

Mendengar jawaban dari Dio tentu saja membuat semua orang kecuali Hanum terkejut mendengarnya. Hanum nampak semakin tertunduk mere-mas erat kesepuluh jemarinya sedangkan Divan nampak bingung atas apa yang Dio katakan.


"Dio, apa yang kau katakan!" Bu Shanty nampak berang karena Dio berbicara terlalu frontal.


"Dio berbicara apa adanya. Jika Mama mau marah, marahkan saja anak kesayangan Mama karena sudah bertanya yang tidak-tidak." Jawab Dio lalu bangkit dari duduknya.


"Kau ingin kemana?" Tanya Bu Shanty.


"Dio ingin pergi ke kamar." Jawab Dio lalu melangkah meninggalkan meja makan.


"Anak itu..." Bu Shanty menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh saat ini Bu Shanty merasa terkejut dan tak percaya jika Dio masih belum bisa menerima pernikahannya terbukti dari Dio tidak mau menyentuh Hanum sebagai istrinya.


Pandangan Bu Shanty seketika beralih pada menantunya. "Hanum, apa kau baik-baik saja? Agh, maafkan anak Mama, Hanum." Ucap Bu Shanty merasa sangat bersalah pada Hanum.


"Tidak apa-apa, Ma." Jawab Hanum mencoba untuk tetap tersenyum.


Digo yang kini turut menatap pada Hanum merasa sangat bersalah karena tadi bertanya seperti itu pada Dio. Digo memilih diam dan tak meminta maaf pada Hanum karena ia sedang sibuk memikirkan cara agar kakak kandungnya itu bisa terpikat pada istrinya.

__ADS_1


"Mamah?" Divan memanggil Hanum.


Hanum menoleh pada putranya yang duduk di sebelahnya. "Ada apa?" Tanya Hanum lembut menunjukkan wajah jika ia baik-baik saja.


"Papah kenapa pergi? Apa Papah marah itu?" Tanya Divan dengan wajah polosnya.


Hanum seketika menggelengkan kepalanya. "Tidak. Papah hanya lelah dan mau istirahat lebih cepat." Jawab Hanum.


Divan menatap Hanum dengan mata berkedip-kedip.


"Sudahlah." Ucap Hanum lembut memberi isyarat agar Divan tidak berpikiran yang tidak-tidak.


Tak berselang lama, Hanum pun berpamitan pada Bu Shanty, Nenek Eno dan Digo untuk pergi ke kamar mandi menemani Divan yang ingin membuang air kecil. Kesempatan itu digunakan Digo untuk menyampaikan rencananya pada Nenek Eno dan juga Bu Shanty.


"Mamah, maafkan Digo karena membuat Kakak jadi berkata kasar seperti itu. Sebagai permintaan maaf, Digo memiliki rencana agar Kakak bisa lebih cepat menerima kehadiran Kak Hanum di hidupnya karena Digo tahu jika saat ini Kakak belum juga bisa menerima Kak Hanum di dalam hidupnya dan masih berhubungan dengan Kak Calista." Ucap Digo.


"Apa rencanamu, Digo?" Tanya Bu Shanty merasa penasaran dengan rencana anak bungsunya. Walau pun belum terlalu dewasa namun Bu Shanty yakin putranya bisa membantu permasalahan di dalam hidup Dio saat ini.

__ADS_1


"Mamah ingat dengan anak Tante Starla bukan?" Tanya Digo.


Bu Shanty menatap putranya malas. "Tentu saja Mamah mengingatnya karena dia adalah ponakan Mama." Jawab Bu Shanty.


Digo tertawa melihat kekesalan di wajah Mamanya. "Baiklah, Mama pasti ingat jika sebentar lagi anak Tante Starla yang bernama Kak Richard ituakan kembali ke kota ini dan menetap di sini." Ucap Digo.


"Lalu apa hubungannya Richard dengan rumah tangga Kakakmu?" Tanya Bu Shanty bingung.


"Kita bisa menggunakan Kak Richard untuk membuat Kak Dio merasa cemburu pada Kak Hanum, Mah." Ucap Digo lalu menjelaskan dengan detail apa yang ada di dalam benaknya saat ini.


Bu Shanty yang mendengarkan penjelasan dari Digo pun menimbang-nimbang untuk menerima ide dari putra bungsunya itu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2