Istri Figuran

Istri Figuran
Mencemaskanmu


__ADS_3

Kevin tentu saja langsung mengiyakannya dan menyerahkan ponselnya pada Dio untuk dipakai. Dio pun beranjak dari duduknya dan melangkah cukup jauh untuk menghubungi istrinya.


"Kevin? Apa Dio ada bersamamu?" Saat panggilan terhubung Hanum langsung saja mempertanyakan suaminya tanpa mau mendengar suara Kevin lebih dulu.


"Hanum, ini aku." Ucap Dio lembut.


"Dio?" Terdengar suara keterkejutan Hanum saat mendengar suaranya.


"Ya, ini aku Dio. Maaf karena aku baru menghubungimu." Ucap Dio.


"Apa kau sedang bersama Kevin? Lalu kenap ponselmu tidak aktif sejak siang?" Tanya Hanum.


"Ya, aku sedang bersama Kevin dan ponselku kehabisan daya sejak siang." Jawab Dio.


"Dio..." Hanum merasa ada yang berbeda dari nada suara suaminya. "Ada apa denganmu Dio? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Hanum.


Dio menghela nafas sebelum menjawab. Ia tidak ingin berbohong pada istrinya itu karena hanya akan menambah masalah yang baru. "Aku baik-baik saja. Ada kejadian tak mengenakkan hari ini yang membuat aku lupa menghabarimu. Maafkan aku untuk itu." Ucap Dio.

__ADS_1


"Kejadian apa, Dio? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Hanum cepat. Jantungnya mulai berdebar-debar mendengar perkataan Dio jika terjadi sesuatu hal yang tidak enak hari ini kepadanya.


"Aku harap kau tidak terkejut setelah mendengarnya. Dan aku harap kau bisa tenang." Pinta Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya walau tidak dapat terlihat oleh Dio. Dio pun mulai menceritakan apa yang terjadi kepadanya hari ini hingga membuat Calista terluka karena menolong dirinya.


Mendengar penjelasan Dio tentu saja membuat Hanum terkejut mendengarnya hingga membuat tubuhnya menegang.


"A-apa? Calista tertembak?" Ulang Hanum terbata.


"Lalu bagaimana keadaan Calista saat ini?" Tanya Hanum.


"Saat ini Calista sedang dilakukan operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di tubuh Calista." Jawab Dio.


"A-apa..." kali ini Hanum tak dapat lagi berkata-kata. Informasi yang diberikan suaminya benar-benar membuatnya terkejut tak percaya.


Tak lama Dio pun mematikan sambungan telefon karena ada panggilan masuk dari Queen. Walau masih ingin berbicara dengan istrinya namun Dio tidak mau egois karena Kevin juga pasti ingin mengangkat panggilan telefon dari istrinya.

__ADS_1


Hanum yang saat ini diminta tetap berada di apartemen nampak termenung memikirkan apa yang terjadi pada Calista. "Calista mengorbankan nyawanya untuk menolong Dio?" Lirihnya dengan kedua bola mata berkaca-kaca. Bukan perasaan cemburu yang Hanum rasakan saat ini melainkan rasa khawatir memikirkan bagaimana keadaan Calista saat ini. Tidak dapat Hanum bayangkan apa yang terjadi pada suaminya jika saja Calista tidak datang menolongnya.


"Kenapa semua ini bisa terjadi..." lirih Hanum lalu terduduk lemas di atas ranjang.


Tidak ada yang bisa Hanum lakukan malam itu selain menunggu suaminya memberikan kabar kepadanya. Di dalam hatinya Hanum terus berdoa agar operasi Calista berjalan lancar dan Calista bisa segera pulih seperti sedia kala.


Sedangkan di rumah sakit, lampu bewarna merah yang menyala di depan ruangan operasi nampak mati menandakan operasi sudah selesai. Mommy Diora dan Daddy Berto pun menanti Dokter keluar dari dalam ruangan operasi dengan perasaan harap-harap cemas.


Tak lama menunggu, akhirnya dokter pun keluar dan langsung mengajak Mommy Diora dan Daddy Berto selaku keluarga Calista untuk mengikutinya ke dalam ruangannya karena ada hal yang ingin ia sampaikan di sana.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2