Istri Figuran

Istri Figuran
Dia bukan anak kandungmu?


__ADS_3

Keesokan paginya, Hanum terjaga lebih dulu dari suaminya. Ditatapnya wajah Dio yang nampak damai dalam tidurnya sambil memeluk pinggangnya. Perlahan Hanum melepaskan tangan Dio yang memeluk pinggangnya lalu turun dengan hati-hati dari atas ranjang agar tak mengganggu suaminya.


Sejenak Hanum menatap pada keranjang laundry yang nampak penuh dengan sprai dan selimut yang tadi malam kotor akibat pergulatan panas mereka. "Aku harus segera mencucinya." Ucap Hanum. Ia berniat mencuci sprai yang kotor itu seorang diri karena malu jika orang lain yang mencuci sprai kotor itu.


Hanum pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan menggosok giginya. Setelahnya ia keluar dari dalam kamarnya menuju dapur sambil membawa keranjang laundry yang bersisi sprai dan selimut kotor.


Setibanya di dapur, Hanum disambut dengan wajah masam anak pelayan yang bertugas di villa. Hanum mencoba menghiraukan dan melanjutkan niatnya yang ingin mencucuci.


"Biar saya saja yang mencucinya, Nona." Wanita paruh baya itu menawarkan bantuan pada Hanum namun ditolak oleh Hanum. Hanum memintanya untuk melanjutkan pekerjaannya saja dan membiarkannya mencuci seorang diri.


Tak banyak bantahan dari wanita paruh baya itu. Ia memilih menurut dan melanjutkan pekerjaannya membuatkan sarapan pagi untuk Hanum dan Dio. Sedangkan putrinya, masih saja memasang wajah masamnya yang entah karena apa.


*


Saat ini Hanum dan Dio sedang berada di balkon menikmati sarapan pagi di sana sambil menikmati indahnya pemandangan di sekitar villa di pagi hari.

__ADS_1


"Udara di sini sangat sejuk." Komentar Hanum setelah menyelesaikan sarapan paginya.


Dio meletakkan sendok dan garpu yang sudah selesai ia pakai di atas piring. "Ya, apa kau menyukainya?" Tanya Dio. Berusaha bersikap biasa saja agar Hanum tidak merasa kaku di dekatnya.


"Sangat." Jawab Hanum singkat.


Dio menganggukkan kepalanya. Mereka pun kembali terdiam menikmati udara pagi yang sangat segar pagi itu. Beberapa saat berlalu, Dio menghela nafas dan memulai pembahasan baru di antara mereka.


"Apa ada hal yang ingin kau jelaskan kepadaku?" Tanya Dio lembut sambil menatap wajah Hanum.


Dio mengangguk. "Kalau kau tidak keberatan aku akan dengan senang hati mendengarnya." Jawab Dio.


Hanum menyelipkan beberapa helai rambutnya yang tertiup angin ke belakang telinga. Lalu ditatapnya wajah Dio yang nampak tersenyum tipis kepadanya dan senyuman itu berhasil membuat hatinya merasa tenang.


"Seperti yang kau pikirkan saat ini aku bukanlah seorang wanita single parent seperti yang orang lain katakan." Ucap Hanum tenang namun berbeda dengan jantungnya yang mulai berdebar-debar saat mengatakannya.

__ADS_1


Deg


Jawaban itu berhasil membuat Dio tertegun walau ia sudah menduga jawaban dari Hanum sebelumnya.


"Divan bukanlah anak kandungmu?" Tanya Dio pada intinya.


Hanum tertunduk dengan kesepuluh jemari yang saling bertaut. Jika membahas tentang Divan membuat dirinya merasa lemah dan mudah bersedih. "Tidak. Dia sudah ku anggap seperti anak kandungku." Jawab Hanum. Ia menunjukkan rasa tidak sukanya saat orang lain menyatakan jika Divan bukanlah anak kandungnya.


"Kau tidak bisa menolak kenyataan yang ada walau kau berat untuk menerimanya." Ucap Dio lembut.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2