Istri Figuran

Istri Figuran
Besar dan mewah


__ADS_3

Cita dan Mama Jelita nampak sudah siap berangkat ke rumah milik Richard. Mereka nampak menarik koper masing-masing dengan wajah tersenyum satu sama lain seolah sedang merasakan bebas dari kemelaratan yang mereka rasakan beberapa bulan belakangan ini.


"Akhirnya kita bisa terbebas dari rumah kontrakan kumuh itu ya, Ma." Ucap Cita sambil melangkah ke arah jalan raya.


Mama Jelita mengiyakannya. "Akhirnya kita tidak perlu berlama-lama lagi berada di sana. Mama sangat senang karena kita bisa tinggal di tempat yang layak lagi." Jawab Mama Jelita.


Kedua orang wanita itu terus tersenyum membayangkan hidup mereka yang akan indah setelah tinggal di rumah Richard nanti.


Setelah berada di tepi jalan raya Cita memberhentikan taxi yang sedang melaju hendak melewati mereka. Setelah taxi berhenti Cita dan Mama Jelita pun langsung masuk ke dalam mobil setelah memberikan koper mereka pada sopir taxi.


Setelah sopir taxi masuk kembali ke dalam mobil, Cita langsung menyebutkan alamat yang akan mereka tuju. Mama Jelita pun tersenyum pada Cita merasa tak sabar jika sebentar lagi mereka akan tinggal di rumah yang lebih layak.


"Jadi benar kan kalau rumah Tuan Richard itu mewah dan besar?" Tanya Mama Jelita memastikan kembali pada Cita.


Cita mengangguk mengiyakannya. "Menurut informasi yang Cita dapat memang seperti itu, Ma. Semoga saja rumahnya lebih besar dan mewah dari pada rumah Papa." Jawab Cita.


Mama Jelita menganggukkan kepalanya seraya melebarkan senyum. "Ya, semoga saja." Ucapnya.


Tiga puluh lima menit berada di dalam perjalanan menuju rumah Richard akhirnya taxi pun mulai memasuki area perumahan yang cukup elite di kota mereka.

__ADS_1


"Wah, ini baru namanya kehidupan." Ucap Mama Jelita sambil memperhatikan deretan rumah mewah yang mereka lewati.


Cita tersenyum mendengarnya seraya menatap ke setiap rumah yang mereka lewati.


Beberapa saat kemudian, akhirnya taxi pun berhenti di depan sebuah rumah yang Cita yakini adalah rumah milik Richard.


"Apa ini rumahnya?" Tanya Mama Jelita pada Cita.


Cita menganggukkan kepalanya. "Dari alamat yang Cita dapat ini memang rumahnya, Ma." Jawab Cita.


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita turun!" Ajak Mama Jelita dan diangguki Cita sebagai jawaban.


"Ayo." Ajak Mama Jelita.


Cita mengiyakannya lalu menarik kopernya menuju pintu rumah Richard.


"Ternyata Tuan Richard kaya juga ya." Bisik Mama Jelita di telinga Cita.


Cita mengangguk mengiyakannya. "Dia adalah sepupu dari Dio Mahesa. Sudah pasti dia tak jauh beda dengan Dio yang juga kaya, Ma." Balas Cita.

__ADS_1


Mama Jelita mengangguk. Pembicaraan mereka pun berhenti saat mereka sudah berada di depan pintu rumah Richard. Cita segera menekan bel rumah dan menunggu Richard membukakan pintu untuk mereka.


Tak lama menunggu akhirnya pintu pun terbuka dan memperlihatkan wajah Richard di sana.


Untuk beberapa saat Cita nampak tertegun karena begitu mengagumi wajah tampan Richard.


"Kalian sudah datang." Ucap Richard tanpa ekspresi di wajahnya.


Mama Jelita tersenyum tanpa memperdulikan ekspresi Richard. "Ya, kami datang tepat waktu bukan?" Ucapnya.


Richard mengangguk saja dan mempersilahkan kedua orang wanita itu untuk masuk ke dalam rumahnya. Dan tentu saja setelah masuk ke dalam rumah Mama Jelita dan Cita tersenyum lebar melihat betapa mewahnya isi dalam rumah Richard.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2