
"Apa?" Sally, Gaga dan Alfin terkejut mendengar perkataan Cita. Sedangkan Hanum masih memasang wajah tenang namun dengan kedua tangan yang sudah terkepal.
"Kau jangan berbicara sembarangan!" Sally menatap berang pada Cita.
Cita tertawa mendengar peringatan dari Sally. "Aku tidak berbicara sembarangan. Jika kau tidak percaya kau bisa mempertanyakan langsung kepadanya apakah benar jika dia memiliki seorang anak haram saat ini." Sinis Cita.
Hanum langsung saja mendekat pada Cita dan menatap Cita tajam. "Jaga mulut kotormu! Jangan pernah mengatakan anakku adalah anak haram!" Tekan Hanum.
"Haha..." Cita kembali tertawa. "Jika bukan anak haram lalu apa? Anak yang dihasilkan di luar pernikahan apa namanya jika bukan anak haram?" Tanya Cita sinis.
Hanum dibuat semakin geram mendengar untuk yang kedua kalinya kakak tirinya itu menyebutkan Divan adalah anak haram. Karena tidak ingin terlalu larut dalam emosinya saat ini yang bisa saja membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya dengan baik, akhirnya Hanum memilih melewati Cita begitu saja dan melangkah keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Hei, kau mau kemana?" Cita memanggil Hanum namun Hanum menulikan telinganya seakan tidak mendengarkan panggilan Cita.
Melihat Hanum yang sudah pergi membuat Alfin segera menyusulnya diikuti Gaga dan Sally setelahnya. Mereka meninggalkan Cita begitu saja tanpa perduli dengan kekesalan Cita karena ditinggalkan oleh mereka begitu saja.
__ADS_1
"Hanum tunggu!" Alfin menahan pergelangan tangan Hanum yang sedang berjalan ke arah lift.
Hanum menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menatap pada Alfin. "Ada apa, Al?" Tanya Hanum. Matanya nampak merah pertanda Hanum tengah memendam rasa marah dan sedihnya saat ini.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alfin.
Hanum menghela nafasnya. "Aku baik-baik saja." Hanum berusaha tetap tersenyum walau hatinya terluka. Pertemuannya dengan kakak tirinya hari ini benar-benar membuat Hanum menguras habis emosinya.
Tak lama Gaga dan Sally pun turut sudah berada tepat di depan Hanum.
"Hanum, apa kau baik-baik saja?" Sally turut mempertanyakan hal sama begitu pun dengan Gaga. Hanum dibuat terharu karena ketiga rekan kerjanya bukan mempertanyakan kebenaran ucapan Cita justru mempertanyakan bagaimana keadaan dirinya.
Alfin, Gaga dan Sally menghela nafas lega. Setelahnya mereka pun mengajak Hanum untuk pergi ke resto melanjutkan niat mereka untuk makan bersama. Selama dalam perjalanann menuju resto yang menjadi tempat mereka makan siang, baik Gaga, Alfin atau pun Sally saling diam seolah membiarkan Hanum untuk tenang saat ini.
Melihat ketiga rekan kerjanya yang hanya diam saja membuat Hanum ikut diam sambil berusaha mengatur emosinya agar stabil saat ini.
__ADS_1
"Hanum, minumlah." Tiba-tiba saja Sally menyodorkan minuman yang baru saja ia ambil dari drink holder kepada Hanum.
Hanum menerimanya. "Terima kasih." Ucapnya dan diangguki Sally sebagai jawaban.
Setibanya di resto, Sally mengajak Hanum dan kedua rekan kerjanya yang lain untuk duduk di meja yang ada di sudut ruangan agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh banyak orang.
Hanum tertunduk setelah mendaratkan bokongnya di kursi. "Apa kalian masih mau berteman denganku setelah mendengarkan apa yang tadi Kak Cita katakan?" Tanya Hanum tanpa berani menatap Sally, Gaga dan Alfin.
Sally, Gaga dan Alfin saling pandang lalu mengangguk secara bersamaan.
"Tentu saja kami tetap akan menjadi temanmu, Hanum." Ucap Gaga kemudian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.