Istri Figuran

Istri Figuran
Tempat tinggal setelah menikah


__ADS_3

Hanum segera beranjak dari sisi ranjang lalu melangkah ke arah lemari Dio berada untuk mengambil baju gantinya yang berada di dalam koper. Sementara Dio sibuk dengan aktivitasnya sendiri mengambil pakaian dari dalam lemarinya. Setelah selesai mengambil pakaian gantinya, Hanum pun segera beranjak menuju kamar mandi. Sedangkan Dio menatap ke arah ranjang dimana Divan kini sedang tertidur di sana.


"Kenapa anak itu tidak mirip dengannya. Apa mungkin wajahnya mewarisi wajah ayahnya." Gumam Dio. Tak ingin terlalu memikirkan wajah siapa yang diwarisi Divan, Dio memilih melanjutkan niatnya memakai pakaian gantinya. Dio tanpa rasa malu memakai pakaiannya begitu saja di dalam kamar karena ia yakin jika Hanum tidak akan mungkin keluar di saat ia sedang memakai baju.


*


Saat malam hari telah tiba, kini semua orang sudah berada di ruang makan termasuk Hanum, Dio dan Divan. Suasana di ruang makan malam ini terasa lebih indah dirasakan oleh Bu Shanty karena sudah ada menantu dan cucunya di sana.


"Hanum, apa kau tahu jika Mama sangat menantikan hari ini tiba. Hari dimana Mama bisa menikmati makan bersama dengan menantu dan cucu Mama yang lucu ini." Ucap Bu Shanty seraya tersenyum pada Hanum.


Hanum ikut tersenyum karenanya. "Terima kasih karena telah mau menerima Hanum dan Divan di rumah ini, Ma." Ucap Hanum.


"Jangan mengucapkan terima kasih. Harusnya Mamalah yang mengucapkan terima kasih padamu karena sudah mau menjadi menantu Mama." Balas Bu Shanty.

__ADS_1


Hanum tersenyum saja menanggapi perkataan mertuanya itu. Sedangkan Dio nampak menahan rasa malas di dalam dirinya mendengar perkataan Mamanya.


Di sini hanya Mama dan Papa yang bahagia karena kehadirannya namun tidak denganku. Ucap Dio dalam hati.


Tuan Mahesa pun akhirnya angkat suara untuk memulai acara makan malam mereka. Selama makan malam berlangsung, tidak ada satu pun orang di meja makan yang bersuara. Mereka hanya diam menikamati hidangan yang sudah tersedia.


Tanpa terasa dua puluh menit telah berlalu dan kini semua orang telah selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing. Dio dan Hanum diminta Tuan Mahesa untuk ikut ke ruang keluarga karena ada yang ingin dibicarakan Tuan Mahesa di sana sedangkan Divan diminta Tuan Mahesa untuk ikut bersama Digo bermain di kamarnya.


"Dio, apa benar jika kau ingin membawa Hanum ke ibu kota dalam waktu dua hari lagi?" Tanya Tuan Mahesa.


"Benar. Dio tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan di sana." Jawab Dio.


Tuan Mahesa mengangguk paham. "Lalu dimana kalian akan tinggal. Apa di rumah Nenek?" Tanya Tuan Mahesa.

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Kami akan tinggal di apartemen Dio." Jawab Dio cepat.


"Kenapa tidak di rumah Nenek dulu saja? Nenek pasti lebih senang jika kalian tinggal di sana dalam beberapa waktu." Ucap Bu Shanty.


"Tolong hargai keputusan Dio kali ini, Ma." Ucap Dio dengan tegas.


Bu Shanty menghela nafas sesaat. "Baiklah, terserah kau saja. Yang penting kau harus ingat dengan perkataan Mama satu minggu lalu." Ucap Bu Shanty penuh makna.


Dio hanya diam saja tak menanggapi perkataan ibunya.


"Hanum, kau jangan takut karena akan tinggal kembali di ibu kota. Ingatlah mulai saat ini ada Dio yang menjagamu di sana dan tidak akan membiarkanmu dan Divan diganggu oleh orang-orang jahat itu di sana." Ucap Bu Shanty mengingatkan Hanum pada keluarganya yang menetap di ibu kota.


***

__ADS_1


__ADS_2