
Hanum dibuat berpikir keras mencerna perkataan dari suaminya. Di pagi hari yang cerah itu Hanum dan Dio sudah terlibat percakapan serius yang cukup menguras emosi dan pemikiran mereka masing-masing. Percakapan di antara Hanum dan Dio terus berlanjut hingga dua jam lamanya. Setelah banyak mendengarkan cerita dari Hanum kini Dio dibuat menyesal karena sudah menuduh istrinya itu yang bukan-bukan di saat awal mereka menikah.
Dio pun kini sudah paham kenapa Hanum begitu sungkan menolak permintaan mamanya karena selama Hanum dicampakkan oleh keluarganya hanya mamanyalah yang menerimanya dan mau memberikan pekerjaan untuk Hanum hingga bisa menghidupi Divan sampai lima tahun lamanya.
"Kau wanita yang sangat hebat. Maafkan aku karena sudah bersikap buruk kepadamu selama ini." Ucap Dio memperlihat wajah yang sangat menyesal.
Hanum dapat melihat penyesalan di wajah suaminya. Ia tidak pula berniat memanfaatkan penyesalan Dio saat ini untuk membalas dendam atas sikap buruk suaminya itu selama mereka menikah.
"Tidak masalah. Semua pria mungkin akan bersikap sama seperti dirimu jika dipaksa menikah dengan wanita sepertiku. Terlebih saat itu kau sudah memiliki seorang kekasih yang sangat kau cintai." Jawab Hanum tanpa terlihat berkecil hati.
Deg
Hati Dio terasa teriris melihat ketegaran di wajah istrinya saat mengatakan tentang kekasihnya. Dio dibuat semakin merasa bersalah pada istrinya itu. "Sekali lagi maafkan aku." Hanya kata itulah yang bisa keluar dari mulut Dio karena lidahnya terasa kelu untuk berbicara panjang lebar karena takut hanya akan melukai hati wanita baik seperti istrinya.
"Lupakan semua yang sudah terjadi. Kita bisa memulai hari yang lebih baik setelah ini." Jawab Hanum.
__ADS_1
Dio tersenyum mendengarnya. Karena tidak ingin membuat istrinya menjadi bersedih kembali jika mereka terus menceritakan tentang masa lalu, Dio pun mengajak Hanum untuk menemaninya berenang di kolam renang yang tersedia di villa.
"Apa itumu masih sakit?" Tanya Dio saat mereka sedang menuruni anak tangga menuju kolam renang.
"Tidak terlalu sakit tapi aku tidak bisa bergerak terlalu banyak." Jawab Hanum.
"Baiklah. Kalau begitu kau bisa menemaniku berenang dengan duduk di kursi santai saja." Ucap Dio.
Hanum menganggukkan kepalanya. Mereka pun melangkah ke arah kolam renang melewati pintu samping yang menjadi akses menuju kolam renang berada.
"Apa Tuan ingin menggunakan kolam renang?" Tanyanya dengan tersenyum manis pada Dio.
"Ya. Bisakah kau pergi meninggalkan kami karena aku dan istriku ingin berada di sini tanpa kehadiran orang lain." Jawab Dio dengan wajah datarnya. Ia tidak ingin melihatkan wajah manisnya pada wanita lain selain istrinya.
"Ba-baiklah..." wanita itu terlihat kecewa mendengar perkataan Dio. Ia segera melangkah meninggalkan area kolam renang sambil membawa alat kebersihan yang tadi dipakainya.
__ADS_1
Hanum yang dapat melihat kekecewaan di wajah wanita itu karena diusir secara halus oleh suaminya entah mengapa merasa senang.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Dio yang melihat senyuman tipis terbit di wajah cantik Hanum.
"Tidak ada. Ayo mulailah berenang." Jawab Hanum.
Dio tak langsung mengiyakannya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hanum hingga membuat Hanum sontak memejamkan kedua kelopak matanya.
"Aku membutuhkan vitamin sebelum berolah raga." Ucapnya lalu menempelkan bibirnya di bibir Hanum sebelum Hanum sempat menjawab perkataannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗