Istri Figuran

Istri Figuran
Panggil aku Sayang!


__ADS_3

"Dio, kenapa kau tidur membelakangiku?" Protes Hanum saat melihat Dio yang baru saja naik ke atas ranjang berbaring dengan posisi membelakangi tubuhnya.


Mendengar protes dari mulut istrinya membuat Dio yang hendak memejamkan mata membuka kembali kedua kelopak matanya. Ia pun membalikkan tubuhnya menghadap Hanum.


"Karena aku tidak ingin kau merasa mual jika mencium aroma tubuhku." Jawab Dio.


"Siapa bilang aku merasa mual mencium aroma tubuhmu?" Hanum berucap dengan ketus.


Dio meneguk salivanya susah payah. Aneh sekali istrinya ini. Baru beberapa jam yang lalu ia berkata merasa mual mencium aroma tubuhnya kini istrinya itu sudah berkata sebaliknya.


"Jadi kau tidak merasa mual mencium aroma tubuhku?" Dio memastikan.


Hanum seketika menggeleng. "Tidak. Anak kita merasa senang mencium aroma tubuhmu saat ini." Jawab Hanum. Wajahnya nampak cemberut saat mengatakannya.


Dio dibuat gemas melihatnya namun ia masih berusaha menahan diri untuk tidak memeluk tubuh istrinya.


"Baiklah, sekarang aku akan tidur menghadap kepadamu." Ucap Dio. Ia pun bersiap memejamkan kedua kelopak matanya.


"Dio!" Hanum berucap keras. Entah mengapa ia merasa sangat sebal dengan suaminya yang tidak peka itu.

__ADS_1


"Ada apa lagi? Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan dan aku tetap disalahkan." Dio menunjukkan wajah memelas. Di dalam hatinya ia tertawa jahat karena tidak menuruti apa yang Hanum inginkan hingga membuat wajah istrinya cemberut.


"Kau tidak mau tidur memeluk tubuhku? Biasanya kau selalu memelukku tidur hingga pagi." Tanya Hanum.


"Emh, sepertinya tidak dulu karena aku tidak ingin membuatmu merasa mual." Jawab Dio.


Makin cemberut saja wajah Hanum mendengar perkataan suaminya itu. "Kan aku sudah bilang jika aku tidak merasa mual. Dan sekarang aku mau tidur dipeluk olehmu." Pinta Hanum.


Dio tertawa dalam hati. Seringaian jahat nampak muncul di wajah tampannya. "Baiklah, aku akan tidur memelukmu namun dengan satu syarat." Ucap Dio.


"Syarat apa itu?" Tanya Hanum cepat. Matanya sudah mengantuk dan ia ingin Dio segera memeluk tubuhnya.


"Sa-sayang?" Hanum terbata. Selama hidupnya ia belum pernah memanggil seorang pria selain Divan dengan sebutan sayang.


"Ya, panggil aku Sayang!" Titah Dio.


Hanum menatap suaminya dengan mata berkedip-kedip. Dan melihat itu membuat Dio merasa gemas melihatnya.


"Ayo panggil aku sayang seperti Naina memanggil Daniel. Windi memanggil Marvel. Queeen memanggil Kevin." Ucap Dio dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Tapi..." Hanum meragu. Ia merasa kaku untuk mengubah nama panggilan di antara mereka.


"Ayo Sayang... panggil aku Sayang... kau kan sudah tahu jika aku mencintaimu dan aku juga tahu kau pasti mencintaiku juga." Ucap Dio lalu mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar panggilan sayang dari Dio untuknya membuat hati Hanum merasa berbunga-bunga.


"Hehe, Sayang..." Hanum yang merasa malu setelah mengatakannya pun segera masuk ke dalam pelukan Dio.


Dio tertawa gemas melihat sikap istrinya itu. Ia pun membalas pelukan Hanum dengan erat. "Terima kasih, Sayang." Ucap Dio lalu memberikan ciuman di pucuk kepala Hanum.


Hanum menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


"Kau harus ingat ya, mulai saat ini sampai seterusnya kau harus memanggilku dengan sebutan Sayang." Titah Dio dan diangguki oleh Hanum yang berada di dalam pelukan Dio.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2