
"Kenapa kau jadi membela dia?" Cita memasang wajah sebalnya pada Nimas.
"Aku tidak membelanya. Aku hanya merasa bosan saja dengan sikapmu yang selalu jahat kepadanya sedangkan dia tidak pernah jahat kepadamu." Jawab Nimas seadanya.
"Kau..." Cita dibuat kesal mendengarkan jawaban Nimas yang secara tidak langsung sudah tak lagi berada di pihaknya.
"Sudahlah, lebih baik makan makananmu sebelum jam istirahat habis." Ucap Cita kemudian setelah makanan pesanan mereka terhidang di atas meja.
Cita hanya diam saja dan ia pun memakan makanan siangnya dengan perasaan kesal karena masih terbayang pengakuan Dio tadi pagi tentang siapa Hanum sebenarnya.
*
Cita tentu saja tidak mengundur waktu lama memberitahu pada Mamanya tentang apa yang terjadi di perusahaan tadi pagi. Setelah sampai di rumahnya atau lebih tepatnya rumah ayah kandung dari Hanum, Cita langsung mengajak Mama Jelita untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa ini Cita? Kenapa kau menarik tangan Mama!" Ucap Mama Jelita dengan wajah kesal.
__ADS_1
Cita tak langsung menjawabnya justru menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah pasokan oksigennya terasa berkurang.
"Cita!" Mama Jelita yang sudah tidak sabar pun mendesak putrinya untuk menjawab pertanyaannya.
"Mama diam dulu!" Ucap Cita merasa kesal karena didesak oleh mamanya.
Mama Jelita pun menurut dan menunggu Cita menjelaskan ada apa yang terjadi. Tak lama Cita pun memberitahukan pada Mama Jelita tentang status Hanum saat ini dan menceritakan apa yang terjadi di perusahaan tadi pagi. Dari mulai Hanum yang diantar bekerja menggunakan mobil sport keluaran terbaru dan ternyata pemilik mobil sport mewah itu adalah Dio salah satu pria yang diincarnya sejak lama hingga akhirnya Dio menyebutkan sebuah fakta jika Hanum adalah istrinya.
"Apa? Hanum adalah istri dari Tuan Dio pria yang bertemu dengan kita di acara ulang tahun perusahaan Alexander?" Tanya Mama Jelita dengan kedua bole mata membola sempurna.
"Tidak, itu tidak mungkin! Tidak mungkin pria terpandang seperti Tuan Dio mau menikahi wanita single parent seperti Hanum!" Ucap Mama Jelita tidak percaya dan tidak terima.
"Tapi itulah kenyataannya, Ma. Tuan Dio bahkan dengan bangga memberitahu jika Hanum adalah istrinya pada kami!" Ucap Cita dengan wajah kesal.
Mama Jelita mengepalkan kedua tangannya. Selama ini ia selalu tidak terima jika Hanum bisa lebih hebat dari putrinya. Dan kini ia kembali melihat kehebatan Hanum karena bisa menikah dengan Dio yang ia ketahui adalah pengusaha kaya raya sedangkan putrinya belum laku juga. Ehe.
__ADS_1
"Ternyata usaha kita selama ini sia-sia ingin membuatnya menderita. Dengan adanya anak sialan itu di hidupnya ternyata tetap saja bisa membuatnya bahagia bahkan bisa menikah dengan orang terpandang!" Ucap Mama Jelita merasa geram.
Cita pun ikut geram karena rencananya dan Mama Jelita selama ini tidak berjalan dengan lancar. Mereka pikir setelah lima tahun melihat hidup Hanum cukup menderita karena dijauhi semua orang termasuk ayah kandungnya akan membuat Hanum sengsara. Ternyata perkiraan mereka salah karena Hanum masih diterima oleh pria seperti Dio.
"Apa jangan-jangan Tuan Dio tidak mengetahui jika wanita itu sudah memiliki anak sehingga mau menikahinya?" Mama Jelita mulai menebak-nebak.
"Aku rasa tidak. Mama tidak lupa bukan jika saat itu aku pernah melihat Hanum di restoran mewah bersama seorang pria?" Tanya Cita mengingatkan Mama Jelita.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1