Istri Figuran

Istri Figuran
Izin pada suami


__ADS_3

"Ya, ya. Maafkan sikap Om, Zel." Ucap Dio tidak ingin memperpanjang percakapan di antara mereka.


"Harusnya Om Dio meminta maaf pada Tante saja karena sudah mengabaikan Tante." Ucap Zeline layaknya orang dewasa.


Dio menghela nafasnya. Ia kembali mengusap kepala Zeline dan meminta Zeline memakan ayam bakarnya karena sudah terhidang di atas meja. Untung saja gadis kecil itu menurut karena kini fokusnya sudah teralihkan pada makanan yang terlihat sangat menggiurkan di matanya.


Beberapa saat berlalu, kini Hanum merasa tengah disidang karena tatapan ketiga rekan kerjanya tertuju ke arahnya. "Jadi?" Tanya Sally membuka suara.


"Aku mengenal anak Tuan Daniel saat dia datang menghadiri acara perusahaan Mahesa di kota Bandung." Ucap Hanum dengan wajah tenang. Untung saja saat makan tadi ia sudah memikirkan jawaban apa yang bisa ia berikan kepada ketiga rekan kerjanya.


"Benarkah begitu?" Tanya Sally seakan tak percaya.


Hanum mengangguk mengiyakannya lalu menjelaskan pertemuaanya dengan Zeline dengan mengubah nama acara dan tempat acara dilaksanakan. Mendengarkan penjelasan dari Hanum yang tenang dan tidak terbata-bata membuat ketiga rekan kerja Hanum percaya walau tidak seluruhnya.


Hari itu Hanum benar-benar dibuat tegang dengan banyak pertanyaan yang keluar dari mulut rekan kerjanya. Hanum tidak mempermasalahkan mereka bertanya karena Hanum sadar memang sudah sewajarnya mereka untuk bertanya. Untung saja ia masih bisa mengendalikan dirinya dengan berbicara tenang hingga akhirnya ketiga rekan kerjanya percaya dengan perkataannya.


*

__ADS_1


Sore itu Hanum pulang menggunakan motor baru pemberian dari Dio. Tentu saja melihat Hanum pulang tidak dijemput oleh mobil mewah itu lagi membuat Cita merasa semakin penasaran dengan hidup Hanum.


Tanpa sepengetahuan dari Hanum, sore itu Cita memilih mengikuti Hanum dari belakang berniat untuk mencari tahu dimanakah tempat tinggal Hanum saat ini.


Namun usaha Cita akhirnya berujung sia-sia karena saat berada di perempatan lampu merah ia terjebak rambu lalu lintas dan Hanum sudah melintas begitu saja mendahuluinya.


Hanum yang tidak mengetahui jika dirinya sedang diikuti oleh Cita hanya fokus pada kemudinya dan menatap jalanan yang cukup padat sore itu. Ia terus melajukan motor miliknya hingga akhirnya sampai di gedung apartemen.


Ya, tadi pagi saat mengantarkan Hanum pergi bekerja Dio sudah meminta Hanum untuk pulang lebih dulu ke apartemen dan berangkat bersamanya kembali menuju rumah orang tuanya.


Saat sudah masuk ke dalam apartemen, Hanum dibuat terkejut karena melihat Dio sedang duduk di atas sofa sambil memainkan ponsel di tangannya. Melihat kehadiran Dio di sana membuat Hanum memanfaatkan kesempatan itu untuk membicarakan niatnya yang ingin pergi berjalan-jalan dengan ketiga rekan kerjanya di akhir pekan.


"Dengan ketiga rekan kerjaku." Jawab Hanum.


"Termasuk pria itu?" Tanya Dio entah untuk siapa.


"Pria yang mana?" Tanya Hanum merasa bingung.

__ADS_1


Dio mendecakkan lidahnya. "Jangan berpura-pura tidak tahu." Jawab Dio.


"Aku memang tidak tahu. Lagi pula kau tidak berbicara dengan benar." Ucap Hanum.


Dio dibuat geram namun masih bisa mencoba menahan kekesalannya.


"Aku hanya pergi dengan ketiga rekan kerjaku dan juga Divan." Ucap Hanum kemudian.


"Divan? Kau ingin membawa Divan pergi bersamamu?" Ulang Dio dengan nada berubah tinggi.


"Tentu saja. Memangnya ada apa? Aku akan membawa anakku kemana pun aku pergi." Jawab Hanum tenang namun bisa membuat darah Dio mendidih mendengarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2