Istri Figuran

Istri Figuran
Mirip seperti istriku


__ADS_3

Lima belas menit berlalu setelah acara di aula selesai, kini direktur utama, direktur keuangan, sekretaris termasuk yang lainnya yang diminta Dio untuk datang ke dalam ruangan papanya sudah duduk dengan rapi di atas sofa. Dio dan Tuan Mahesa nampak duduk di depan mereka sambil menatap wajah mereka satu persatu.


Tidak ingin membuang waktu lama, Tuan Mahesa langsung saja mengambil alih apa yang ingin dikatakan putranya pada para karyawannya. "Jadi tujuan kalian diminta datang ke sini adalah karena saya ingin mengadakan evaluasi kerja kalian selama satu bulan belakangan ini." Ucap Tuan Mahesa. Ini adalah bagian dari rencana Dio yang ingin tahu dan mendengar langsung bagaimana kinerja calon para karyawannya satu bulan belakangan ini.


Mereka yang mendengarkannya pun dibuat terkejut. Bagaimana tidak, tidak ada bekal yang mereka bawa untuk evaluasi kali ini. Dan tidak pernah sebelumnya Tuan Mahesa melakukan evaluasi mendadak seperti saat ini.


Dio yang melihat ketegangan di wajah mereka pun dibuat tersenyum miring. Evaluasi mendadak seperti saat ini sebelumnya sudah sering ia lakukan pada karyawan yang bekerja di cafe miliknya. Menurutnya evaluasi mendadak lebih efektif karena para karyawannya akan berkata jujur tentang pencapaian mereka masing-masing tanpa direkayasa lebih dulu.


Satu persatu mereka diminta memaparkan tentang pencapaian masing-masing dan kinerja mereka selama bekerja di perusahaan Mahesa. Dio dan Tuan Mahesa mendengarkannya dengan seksama. Hingga tibalah Papa Irfan yang menyampaikan pencapaian kerjanya selama bekerja di perusahaan milik besannya itu. Dio dan Tuan Mahesa yang mendengarkannya pun dibuat kagum dengan pencapaian Papa Irfan saat ini di luar ekspetasi mereka. Walau memiliki sifat yang buruk pada putrinya namun untuk pekerjaan Papa Irfan benar-benar sangat bisa diandalkan.

__ADS_1


Untung saja mertuaku ini memiliki prestasi yang sangat bagus. Jika tidak, aku bisa saja menendangnya dengan alasan pencapaiannya tidak sesuai denga standar yang aku inginkan. Ucap Dio dalam hati.


Pertemuan singkat mereka pagi itu pun selesai. Tidak ada satu pun dari mereka yang diminta datang diberikan peringatan tentang kinerja mereka karena hasil kinerja mereka sangat memuaskan.


Direktur dan yang lainnya pun berpamitan pada Tuan Mahesa dan Dio untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing. Saat Papa Irfan bersalaman dengan Dio, Dio dapat merasakan tangan mertuanya itu terasa dingin. Dapat Dio pastikan mertuanya itu tengah gugup berhadapan dengannya saat ini.


"Tunggu dulu." Dio menghentikan pergerakan Papa Irfan yang hendak keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Jika dilihat-lihat sepertinya wajah anda sangat mirip dengan istri saya." Ucap Dio sambil menelisik wajah Papa Irfan. "Tapi sepertinya hanya mirip saja karena kalian tidak mungkin memiliki ikatakan darah. Soalnya yang saya tahu istri saya tidak memiliki keluarga lagi selain Divan sebelum menikah dengan saya." Ucap Dio seolah tidak tahu tentang kenyataan yang ada.

__ADS_1


Deg


Hati Papa Irfan terasa teriris mendengar perkataan dari menantunya itu. Ia pun tak bisa menjawab perkataan menantunya karena sejak awal ialah yang membuang dan mencoret Hanum dari kartu keluarganya.


"Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Sekarang kembalilah ke ruangan kerja anda." Ucap Dio dengan wajah berubah datar namun di dalam hatinya ia merasa senang melihat wajah pucat dan tegang mertuanya saat ini.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2