Istri Figuran

Istri Figuran
Motor baru untuk Hanum


__ADS_3

Mendengarkan pembicaraan kedua sahabatnya tentu saja membuat Dio merasa sangat tersindir karena kedua sahabatnya sangat peduli dengan istrinya dibandingkan dirinya yang berstatus sebagai suami untuk istrinya itu. Walau pun begitu Dio mencoba mengabaikannya karena menurutnya ia tidak harus bersikap sesuai apa yang orang lain harapkan.


"Dio, tadi pagi aku lihat Hanum berangkat bekerja menggunakan bus. Apa kau tidak berniat untuk mengantarkannya pergi bekerja?" Tanya Daniel pada Dio. Untuk hal ini Daniel merasa tergugah untuk mempertanyakannya pada Dio. Rasanya tidak etis sekali seorang istri dari pengusaha seperti Dio pergi bekerja hanya menggunakan bus.


"Aku tidak berniat." Jawab Dio singkat.


Daniel dibuat geram mendengarnya. Sungguh saat ini sahabatnya itu sudah bersikap di luar batas. Tega sekali pikirnya Dio membiarkan istrinya pergi bekerja hanya menggunakan bus sebagai transportasinya.


Walau begitu Daniel tidak bisa terlalu ikut campur dalam rumah tangga Dio dan Hanum. Jadilah saat ini Daniel hanya bisa diam dan berharap Dio bisa berubah dan menerima Hanum dengan seirinh berjalannya waktu.


*


Karena sore itu Hanum pulang ke apartemen dengan diantarkan oleh Sally menggunakan mobilnya membuat Hanum sampai di apartemen lebih cepat dari kemarin sore. Saat tangan Hanum hendak meraih handle pintu apartemen ia dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang tiba-tiba saja memanggil namanya.


"Apa benar anda Nona Hanum?" Tanya pria itu pada Hanum.

__ADS_1


"Ya, benar itu saya. Ada apa, ya?" Tanyanya bingung.


"Saya ingin menyerahkan kunci motor beserta surat-suratnya pada anda. Silahkan diterima, Nona." Ucapnya sambil menyerahkan kunci motor beserta surat-suratnya pada Hanum.


Hanum memilih tidak menerimanya. "Maaf, sepertinya anda salah orang. Saya merasa tidak memesan sebuah motor dari sorum mana pun." Ucap Hanum.


Pria itu pun menunjukkan surat kepemilikan motor yang sudah beratas namakan nama Hanum. Melihat itu tentu saja membuat Hanum terkejut karena benar kepemilikan motor yang pria itu maksud atas namanya.


"Agh, maaf. Saya lupa menyampaikan jika motor yang saya bawa dibeli oleh Tuan Dio." Ucapnya kemudian.


"Tuan Dio..." lirih Hanum.


Hanum pun mengangguk menyetujuinya lalu mengikuti pria itu turun ke basement untuk melihat unit motornya.


"Kenapa Kak Dio membelikan motor untukku?" Gumam Hanum menatap satu unit motor yang masih baru di depannya saat ini.

__ADS_1


Setelah menjelaskan bagaimana penggunaan motor dan menyerahkan surat-surat beserta kunci kepada Hanum, pria itu pun berpamitan untuk pergi karena masih ada unit motor yang ingin ia antarkan lagi.


Hanum pun memilih kembali ke apartemennya dengan banyak pertanyaan yang berkumpul di benaknya saat ini.


"Aku harus menghubungi Kak Dio. Aku harus menanyakan untuk apa dia membelikan sebuah motor untukku." Gumam Hanum sebelum masuk ke dalam apartemen.


"Mamah..." Baru saja masuk ke dalam apartemen Hanum sudah disambut oleh senyuman putra kecilnya. Rasa lelah dan letih yang Hanum rasakan hilang begitu saja melihat senyuman putra kecilnya.


"Mamah sudah pulang. Asik sekali..." Divan memeluk sebelah kaki Hanum untuk mengungkapkan rasa senangnya saat ini. Melihat reaksi putranya tentu saja membuat Hanum semakin senang dan mengusap kepala putranya dengan sayang.


"Tadi Papah loh yang jemput Divan pulang sekolah." Cerita Divan sambil masih memeluk kaki Hanum.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2