
"Apa maksudmu Dio? Jangan bilang saat ini kau sudah mencintainya?" Tanya Calista sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Dio mengangguk mengiyakannya. Dan hal itu membuat tangisan Calista semakin pecah. "Dengan segala kebaikan dan pengorbanan istriku selama ini membuatku tanpa sadar sudah mencintainya. Dia bukanlah wanita egois seperti dirimu yang tidak mementingkan kebahagiaanku. Terlalu pengorbanan dan rasa sakit yang ia rasakan karena aku." Ucap Dio.
"Maafkan aku, Cal. Secara langsung di depanmu aku katakan jika hubungan kita sudah berakhir. Terima kasih untuk segala kenangan dan kebersamaan kita selama ini. Aku tahu kau wanita yang baik. Aku harap setelah ini kau bisa mendapatkan sosok lelaki yang terbaik pula untuk dirimu. Dan lelaki itu pastinya bukan aku." Ucap Dio kemudian karena Calista hanya diam saja.
Tidak ada kata lagi yang bisa keluar dari mulut Calista. Wanita itu benar-benar menyesali sikap buruknya selama ini hingga membuat dirinya harus kehilangan kekasih hatinya.
Pagi itu Calista kembali ke rumahnya dengan perasaan hancur. Ia tidak menyangka hubungan yang sudah dijalaninya bersama Dio selama tujuh tahun lamanya akhirnya pupus di tengah jalan karena dirinya.
Banyak kata andai yang terlintas di benak Calista saat ini. Andai saja ia tidak bersikap egois mungkin Dio tidak akan pergi darinya. Andai saja ia mau menuruti permintaan Dio untuk menikah lebih dulu baru melanjutkan pendirikannya mungkin saat ini yang menjadi istri Dio adalah dirinya.
"Maafkan aku, Dio. Aku memang wanita yang buruk. Aku memang tidak pantas untukmu." Ucap Calista.
*
Sore itu Dio pulang lebih awal ke rumah mertuanya karena sudah tidak sabar bertemu dengan istrinya. Untung saja tak lama setelah ia pulang Hanum pun sudah pulang hingga membuatnya tidak perlu menunggu lama.
__ADS_1
"Akhirnya kau pulang juga." Dio tersenyum pada istrinya yang datang menghampirinya.
"Ada apa? Apa kau menungguku sejak tadi?" Tanya Hanum.
Dio menganggukkan kepalanya. "Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu." Jawabnya.
Hanum mengangguk paham. Karena tidak ingin membuat suaminya kembali menunggu, Hanum pun segera mengajak Dio untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Sesampainya di dalam kamar, Hanum dibuat terkejut saat Dio tiba-tiba saja memeluk tubuhnya. Pelukan suaminya itu terasa sangat erat hingga membuatnya kesulitan bernafas.
"Apa kau merasakan detak jantungku?" Tanya Dio balik.
"Tentu saja. Kau memelukku sangat erat." Jawab Hanum.
Dio pun segera melepasakan pelukannya setelah mendapatkan jawaban dari Hanum. Ia pikir setelah bertemu dengan Calista membuat pertahanannya goyah namun ternyata tidak. Perasaannya masih tetap sama pada istrinya. Istri yang selama ini sudah sangat baik dan berkorban untuk kebahagiaan dirinya.
"Jadi ada apa ini, Dio? Apa yang ingin kau bicarakan kepadaku?" Tanya Hanum.
__ADS_1
Dio menghela nafas sebelum menjawab. Ia memperhatikan wajah istrinya yang nampak menggemaskan karena merasa penasaran menunggu jawaban darinya.
"Aku takut kau akan marah setelah mendengarkan perkataanku ini. Tapi bagaimana pun juga aku tetap harus menyampaikannya kepadamu." Ucap Dio.
Hanum semakin bingung mendengarnya. "Ya, katakan saja. Ada apa ini?" Tanya Hanum.
"Tadi pagi mantan kekasihku datang menemuiku di perusahaan." Ucap Dio singkat karena ingin melihat perubahan ekspresi di wajah istrinya. Dan benar saja wajah Hanum berubah terkejut setelah mendengarkan perkataannya.
"Maksudmu kekasihmu sudah kembali ke tanah air?" Tanya Hanum.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1