Istri Figuran

Istri Figuran
Bujang lapuk


__ADS_3

Divan tersenyum lebar mendengarnya. Hanum dan Dio yang mendengarkannya pun ikut tersenyum.


Setelah tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya hari itu Hanum pun sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.


Saat Dio dan Hanum sudah berada di dalam rumah, mereka disambut oleh para sahabat Dio, Richard dan keluarga Dio yang lainnya. Tak tertinggal di dalam rumah mereka juga ada Sally, Gaga dan Alfin yang ikut menyambut kepulangan mereka.


Hanum yang mendapatkan sambutan dari keluarga dan sahabatnya dan Dio pun merasa sangat senang.


"Hanum..." Sally melangkah lebih dulu mendekati Hanum dan memeluk tubuh Hanum barang sejenak. "Selamat atas kelahiran putri pertamamu." Ucapnya lembut.


"Terima kasih, Sally." Ucap Hanum seraya tersenyum.


Gaga dan Alfin pun ikut menghampiri Hanum dan memberikan ucapan selamat pada Hanum.


Setelahnya, Dio pun membawa Hanum untuk duduk di atas sofa yang berhadapan dengan teman-teman mereka.


Kini Baby Daisy yang tadinya berada digendongan Bu Sally sudah berpindah tangan ke tangan Naina. Tentu saja melihat Mamanya menggendong adik bayi membuat Zeline mendekat pada Mamanya itu untuk melihat wajah adik barunya.


"Adik bayi cantik sekali ya, Mah." Puji Zeline menatap Baby Daisy.


"Iya, adik bayi memang sangat cantik." Jawab Naina.


"Tapi masih lebih cantikan Zel ya, Mah." Lanjut Zeline.

__ADS_1


Naina tersenyum gemas mendengar putrinya yang selalu percaya diri jika dirinyalah yang paling cantik.


"Hai centil. Kau ini selalu saja tidak mau kalah." Ucap Marvel yang merasa gemas dengan putri kecil Daniel itu.


"Tapi memang lebih cantikan Zel dari adik bayi, Om." Jawab Zeline tak mau kalau.


"Iya-iya, terserah kau saja." Marvel memilih mengalah dari pada berdebat dengan putri kecil Daniel itu.


Semua orang yang berada di rumah Dio pun kini memusatkan pandangan mereka pada Baby Daisy yang tiba-tiba saja menangis karena haus.


Dio yang tidak ingin orang-orang melihat istrinya menyusui Daisy pun membawa istrinya masuk ke dalam kamar yang berada di lantai bawah.


"Dia itu posesif sekali, ya." Komentar Richard.


Richard tertawa mendengarnya.


Bu Shanty yang mendengarkannya pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Oh ya, Richard. Dio saat ini sudah memiliki anak dua. Jadi kau kapan akan memberikan cucu untuk Om?" Tanya Tuan Mahesa yang sejak tadi hanya diam.


Glek


Richard meneguk salivanya susah payah.

__ADS_1


"Umur saya masih sangat muda memberikan cucu untuk Om." Jawabnya asal.


"Muda dari mana? Umurmu saat ini sudah tiga puluh satu tahun dan sudah saatnya kau menikah dan memiliki anak." Ucap Tuan Mahesa.


Richard tertawa saja. Untuk saat ini ia memang belum kefikiran untuk memiliki pasangan untuk hidupnya. Ia masih senang menjalani hidupnya yang santai tanpa beban seperti saat ini.


"Mungkin Kak Richard mau menjadi bujang lapuk, Pa." Sahut Digo.


"Hei, kau ini bicara apa? Siapa yang mau menjadi bujang lapuk?" Gerutu Richard.


"Jika Kakak tidak mau menjadi bujang lapuk maka menikahlah. Dengan menikah hidup Kakak bisa menjadi lebih indah." Ucap Digo.


Richard mendecakkan lidahnya. "Indah dari mana? Kau tidak lihat banyak permasalahan Dio di awal pernikahannya? Kakak tidak mau ribet dulu untuk saat ini." Jawab Richard.


Digo terdiam. Jika dipikir-pikir kembali ternyata menikah tidak seindah yang dibayangkan.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2