
"Kau tidak berminat untuk menghampiri putramu?" Tanya Marvel pada Dio. Saat ini mereka memang sedang berada di sekolah untuk melihat kegiatan Arthur dan Divan dari jauh. Kebiasaan yang biasanya hanya dilakukan Marvel seorang diri dan kini ia mengajak Dio untuk ikut bersamanya.
"Tidak. Dari sini saja." Jawab Dio. Ia masih merasa enggan untuk terlalu dekat dengan anak dari istrinya itu.
Marvel menatap Dio lalu menatap pada Divan. "Kau jangan terlalu bersikap dingin padanya. Jika kau tidak menyukai ibunya jangan melimpahkan rasa tidak sukamu padanya. Lagi pula kau sudah tahu bukan jika sejak kecil dia selalu kekurangan kasih sayang dari Ayah kandungnya. Mungkin kehadiranmu saat ini dikirim Tuhan untuk menjadi pelengkap di hidupnya." Ucap Marvel.
Dio terdiam meresapi apa yang Marvel katakan. Semua yang Marvel katakan itu memang tulus dari hatinya. Sebuah pesan yang ia berikan pada Dio agar sahabatnya itu mau menerima kehadiran Dio sama seperti dirinya yang mau menerima keberadaan Arthur yang berstatus sebagai anak dari mantan kekasihnya. Jika dibandingkan dirinya, rasanya Marvel harusnya lebih berat menerima karena Jasmin bukanlah istrinya saat ini.
"Aku sedang mencobanya." Jawab Dio kemudian. Ia berkata jujur karena memang saat ini sedang berupaya menerima kehadiran Divan namun tidak dengan kehadiran Hanum.
"Kau tahu, kehadiran Divan saat ini di hidupmu mungkin bisa saja adalah jalan dari Tuhan untukmu menemukan takdir hidupmu yang sebenarnya." Ucap Marvel penuh makna.
Dio paham kemana arah pembicaraan Marvel saat ini. Ia memilih diam karena tidak ingin mengeluarkan isi hatinya yang sudah pasti diketahui oleh Marvel.
__ADS_1
"Aku ingin menghampiri putraku lebih dulu. Jika kau tidak ingin kau bisa di sini saja." Ucap Marvel.
Dio diam dan membiarkan Marvel beranjak dari hadapannya. Kini Dio tengah menatap bagaimana Marvel menghampiri Arthur dan menatap bagaimana ekspresi Arthur saat dihampiri oleh Marvel. Putra angkat Marvel itu nampak begitu senang dihampiri oleh Marvel bahkan menggambarkan rasa senangnya dengan memeluk kaki Marvel.
Perasaan haru kini Dio rasakan setelah melihatnya. Bagaimana Marvel sudah dengan tulus menerima Arthur sebagai anaknya dan Arthur menerima Marvel sebagai ayah sambungnya.
Di atas buayan, Divan menatap keakraban Marvel dan Dio. Tidak terlihat raut wajah cemburu di wajah Divan melainkan hanya wajah tersenyum menatap Marvel dan Arthur.
"Apa aku harus ikut menghampirinya?" Gumam Dio. Hatinya merasa tergerak untuk menghampiri Divan yang terlihat hanya sendiri di atas buayan sambil menatap Marvel dan Arthur yang sedang berbicara.
"Papah di sini?" Tanya Divan dengan mata berkedip-kedip.
"Emh, ya. Papah datang bersama Om Marvel." Jawab Dio.
__ADS_1
Divan tersenyum begitu pun dengan Marvel yang melihat sahabat baiknya tergerak untuk menghampiri putra kecilnya.
Aku tahu kau memiliki hati yang lembut, Dio. Ucap Marvel dalam hati.
Karena mereka tidak diperbolehkan untuk menemani Arthur dan Divan bermain terlalu lama, akhirnya Marvel pun mengajak Dio untuk pergi dari sekolah anak-anak mereka.
"Bagaimana, dia anak yang baik bukan? Sayangilah dia karena kehadirannya bisa membuat hidupmu lebih bewarna." Pesan Marvel pada Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.