
Setelah cukup berbincang dengan Mba Kiki, akhirnya Hanum pun berpamitan untuk kembali ke ruangan kerjanya. Saat sudah berada di ruangan kerjanya Hanum tampak termenung sejenak memikirkan pertemuan tak terduganya dengan kakak tirinya. Bukan hanya sekedar bertemu saja, mereka bahkan memiliki tempat pekerjaan yang sama.
Hanum tidak mau membayangkan bagaimana kehidupannya nanti selama bekerja di tempat yang sama dengan kakak tirinya. Menurutnya perlakuan kakak tirinya nanti tidak akan jauh berbeda dengan perlakuan rekan kerjanya saat bekerja di perusahaan Mahesa.
"Hanum?" Sally menegur Hanum yang nampak termenung.
"Iya, ada apa Sally?" Tanya Hanum.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Sally.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Ya, aku baik-baik saja." Jawab Hanum mencoba tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu. Aku melihatmu termenung tadi. Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Sally lagi.
Hanum menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memikirkan apa-apa. Ayo lanjutkan pekerjaan kita." Ajak Hanum dan diangguki Sally sebagai jawaban.
*
Saat jam istirahat telah tiba, Hanum dan ketiga rekan kerjanya dikejutkan dengan kedatangan Cita dan Nimas yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan kerja mereka. Kedatangan Cita ke dalam ruangan kerja mereka tentu saja disambut Sally dengan memasang wajah ketus pada mereka.
__ADS_1
"Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya Sally sinis pada Cita.
Cita menarik sudut bibirnya ke samping. "Itu bukan urusanmu." Jawabnya.
"Ck. Tentu saja itu menjadi urusanku karena ini adalah wilayah kami!" Ketus Sally.
Cita tertawa mendengarnya. "Aku tidak memiliki urusan denganmu. Aku hanya memiliki urusan dengan dia." Ucap Cita menunjuk pada Hanum.
Hanum yang ditunjuk oleh Cita hanya memasang wajah datarnya tanpa ekspresi takut di wajah cantiknya.
"Untuk apa kau ingin bertemu dengannya?" Sally memasang badan untuk Hanum.
"Ck. Kalian ini lebay sekali." Sinis Cita. "Aku hanya ingin berkenalan dengan anggota baru di tim kalian." Ucapnya kemudian.
"Tidak perlu repot-repot berkenalan dengannya. Aku tahu kau memiliki niat buruk sebelum datang ke sini." Ketus Sally.
Cita dibuat geram mendengar tuduhan Sally yang sebenarnya ada benarnya. "Ck. Kau selalu saja berkata sembarangan!" Cita menatap tajam pada Sally.
"Hanum, lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum nafsu makan kita hilang karena melihat kedatangannya." Ajak Sally pada Hanum.
__ADS_1
"Hahaha..." sekita Cita tertawa hingga membuat Sally, Gaga dan Alfin bingung melihat wajah Cita. "Kau terlihat sangat perhatian sekali pada anggota barumu ini." Sindiri Cita.
"Itu bukan urusanmu!" Tatapan Sally semakin tajam pada Cita.
Cita mendekati tubuh Sally namun tak membuat Sally mundur karenanya. "Asal kau tahu kedatanganku ke sini sebenarnya baik karena aku ingin kalian berhati-hati dengan anggota baru kalian ini." Bisik Cita di telinga Sally.
Sally mendorong pundak Cita hingga mundur beberapa langkah dari depan tubuhnya. "Apa maksudmu?" Tanyanya.
"Sebenarnya aku tidak perlu berkenalan dengan wanita ini karena aku sudah mengenalnya sebelum kau mengenal dirinya." Ucap Cita tersenyum miring.
Sally, Gaga dan Alfin terkejut mendengarnya. Namun Hanum masih memasang ekspresi tenang di wajahnya.
"Apa kalian tahu jika rekan kerja kalian kali ini memiliki masa lalu yang sangat buruk hingga menghasilkan seorang anak haram di hidupnya?" Tanya Cita sambil menatap sinis pada Hanum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.