Istri Figuran

Istri Figuran
Kita akan pergi


__ADS_3

Dio dibuat tak dapat berkata-kata. Ia menerima kembali tiket itu dengan perasaan yang campur aduk. Ada rasa kesal, kecewa dan menyesal yang kini menjadi satu di dalam hatinya. Walau pun merasa demikian namun Dio masih mencoba untuk tetap tenang tak ingin Hanum salah paham dengan sikapnya.


Hanum yang tiba-tiba merasakan sesak di dadanya pun mencoba memejamkan kedua kelopak matanya. Entah mengapa setelah mengatakan hal demikian pada suaminya membuat ia merasa bersalah karena menurutnya ia tidak pantas mengatakan hal seperti itu pada Dio.


Hanum pun mencoba tak ambil pusing dengan apa yang ia rasakan karena menurutnya ia mengatakan apa adanya pada Dio.


Malam itu Dio memilih tidak tidur di atas ranjang bersama dengan Hanum. Pria itu memilih tidur di kamar tamu yang berada di lantai bawah untuk menghayati apa yang sedang ia rasakan saat ini karena setelah mendengar perkataan Hanum membuat perasaannya menjadi tak karuan.


Saat pagi hari telah tiba, Hanum dibuat bingung kenapa Dio tidak ada di sebelahnya dan ranjang pria itu nampak rapi pertanda Dio tidak tidur di atas ranjang kamarnya tadi malam. Hanum pun menoleh ke arah sofa dan tidak juga melihat keberadaan suaminya.


"Dimana Dio? Apa dia tidak tidur di dalam kamar?" Tanya Hanum.

__ADS_1


Hanum pun segera turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi karena mungkin saja suaminya itu berada di sana. Namun ia tidak menemukan Dio di sana dan lantai kamar mandi masih nampak kering pertanda tidak ada aktivitas Dio di sana.


Tak kehabisan akal, Hanum pun mencoba mencari Dio ke kamar Divan namun tidak juga menemukan keberadaan suaminya. "Dimana dia? Kenapa dia tidak tidur di dalam kamar?" Tanya Hanum bingung.


Hanum pun mencoba tak ambil pusing dan segera membersihkan wajahnya dan segera turun ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk anak dan suaminya. Saat sudah berada di lantai bawah, pandangan Hanum tiba-tiba tertuju pada kamar tamu yang terang pertanda lampu kamar tengah dihidupkan.


"Apa Dio tidur di sana tadi malam?" Tanya Hanum.


Dan akhirnya pertanyaan yang ada di dalam benak Hanum pun terjawab saat ia sudah selesai memasak ia melihat Dio keluar dari dalam kamar tamu dengan menggunakan pakaian tidurnya.


Hanum pun mencoba masih tetap diam hingga akhirnya pertanyaan itu keluar dari dalam mulutnya saat mereka tengah melakukan sarapan pagi.

__ADS_1


"Kenapa tidak tidur di kamar tadi malam?" Tanya Hanum. Untung saja Divan sedang berada di kamar mandi sehingga Hanum bisa berbicara leluasa dengan Dio.


"Aku sudah memutuskan jika aku menerima tiket bulan madu itu. Dan itu berarti kita akan mempergunakan tiket yang diberikan oleh Kevin." Ucap Dio tanpa menjawab pertanyaan Hanum.


"Apa?" Hanum terkejut mendengarnya. Apa suaminya itu tidak salah bicara ingin mengajaknya untuk bulan madu? Bukankah suaminya itu tidak menginginkannya?


"Tidak ada pertanyaan. Kau hanya perlu menerima jika kita akan berangkat bulan madu. Dua minggu lagi kita akan berangkat setelah aku pulang dari Malang." Ucap Dio dengan tegas tak ingin istrinya membantahnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2