
"Benar." Jawab Dio singkat dan mencoba membalas senyuman dari anak sambungnya.
Hanum merasa senang mendengarnya. Ternyata Dio masih terus bersikap baik pada putranya walau tak merubah sikap acuhnya kepada dirinya. Tak banyak percakapan di antara mereka setelah Divan memberi tahu jika Dio akan mengantarkannya pergi sekolah karena Hanum segera mengajak mereka makan bersama. Hanum tak memiliki banyak waktu bercerita dengan putranya karena pagi ini ia berniat berangkat lebih awal agar tidak terlalu berdesak-desakan masuk ke dalam bus seperti kemarin.
Satu jam berlalu, Hanum kini tengah berdiri di depan gedung apartemen menatap kepergian putranya dan suaminya. Tidak ada perasaan sedih yang Hanum rasakan karena Dio sama sekali tidak menawarkan untuk mengantarkannya pergi bekerja. Menurutnya sudah mau mengantarkan Divan saja sudah membuatnya merasa senang karena Divan sudah pasti senang diantarkan oleh Dio.
"Baiklah, sekarang ayo berangkat!" Ucap Hanum bersemangat lalu berjalan ke arah halte bus.
Suasana halte pagi itu masih cukup sepi dari para pekerja karena Hanum sampai di halte bus lebih awal dari pada hari kemarin. Karena hal itu membuat Hanum masuk ke dalam bus tidak berdesak-desakan seperti kemarin pagi. Hanum merasa senang karena pagi ini ia tidak lagi berdiri dan bisa duduk di kursi penumpang. Mungkin dengan berangkat lebih pagi seperti ini untuk hari-hari berikutnya bisa membuat tenaga Hanum tidak berkurang saat sudah berada di perusahaan.
Beberapa menit telah berlalu, kini Hanum sudah masuk ke dalam gerbang perusahaan Bagaskara. Seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil setelah memarkirkan mobilnya segera melangkah cepat mendekati Hanum.
"Hanum." Ucapnya pada Hanum.
Hanum seketika menoleh. Menatap sosok wanita yang tengah tersenyum kepadanya. Itu adalah Sally, rekan kerjanya di Humas tim A.
__ADS_1
"Sally." Hanum tersenyum pada Sally. Entah mengapa kini Hanum merasa senang karena rekan kerjanya bersikap baik kepadanya jauh berbeda dari rekan kerjanya di perusahaan Mahesa yang selalu acuh kepadanya.
"Kau baru sampai, Hanum?" Tanya Sally sambil melangkah bersama Hanum.
"Emh, ya. Aku baru saja sampai." Jawab Hanum.
"Kau pergi naik apa ke sini?" Tanya Sally karena tidak melihat Hanum berjalan dari arah parkiran.
"Naik bus." Jawab Hanum tersenyum.
"Lumayan. Cukup menghabiskan waktu dua puluh menit jika menggunakan bus." Jawab Hanum.
"Cukup jauh juga." Ucap Sally dan diangguki oleh Hanum.
Saat sudah berada di depan pintu lift dan sedang antri bersama karyawan yang lainnya masuk ke dalam lift, Sally pun teringat dengan seorang wanita yang tidak di sukainya dari divisi B.
__ADS_1
"Hanum, ada yang ingin aku beri tahu kepadamu. Tapi aku akan memberitahukannya di saat kita sudah berada di ruangan kerja saja." Ucap Sally.
Hanum tersenyum. Jika tidak ingin mengatakannya sekarang lalu untuk apa Sally memberitahukan jika ada yang ingin ia katakan saat ini. Sungguh lucu sekali rekan kerjanya itu.
"Baiklah. Kita bisa bercerita di ruangan nanti." Balas Hanum.
Sally tersenyum lalu mereka pun masuk ke dalam lift karena pintu lift sudah terbuka.
Saat sudah berada di dalam ruangan kerja tim mereka, Sally pun segera memberitahu Hanum tentang sosok wanita yang kurang disukainya itu pada Hanum. Sosok wanita yang mungkin saja akan mempermasalahkan kecantikan yang dimiliki Hanum jika sudah bertemu dengannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.