
Selama berada di dalam perjalanan menuju rumah, Papa Irfan nampak hanya diam menatap lurus pada jalanan yang sedang mobilnya lewati. Mama Jelita yang menyadari keheningan Papa Irfan pun turut diam karena kini hatinya masih saja panas mengetahui kebenaran jika anak tirinya kini sudah menjadi bagian dari keluarga besar Mahesa.
Cita yang duduk di kursi belakang mobil pun turut diam dengan banyak dugaan yang kini bersarang di benaknya bagaimana bisa Hanum menikah dengan Dio.
"Apa Tuan Dio sudah mengetahui sejak awal jika Hanum sudah memiliki seorang anak? Tapi jika benar begitu kenapa keluarga Mahesa seperti tidak mempermasalahkan hal tersebut?" Tanya Cita dalam hati.
Cita benar-benar dibuat geram dan tak habis pikir. Niatnya yang ingin datang untuk menarik salah satu perhatian anak dari Tuan Mahesa justru mendapatkan kejutan yang di luar nalarnya.
"Tunggu dulu." Cita kembali berucap dalam hati. Ia teringat jika ada Richard di tengah keluarga Dio tadi.
"Apa Tuan Richard juga bagian dari keluarga mereka? Tapi kenapa wajahnya tidak mirip? Wajah Tuan Richard tidak sedikit pun mencerminkan keturunan dari keluarga Mahesa. Jika dia sepupu Tuan Dio kenapa wajahnya seperti keturunan bule?" Tanya Cita. Begitu banyak yang Cita pikirkan saat ini hingga membuat kepalanya menjadi sakit.
Mobil Papa Irfan terus melaju membelah jalanan hingga akhirnya tiba di kediaman mereka. Papa Irfan segera turun dari dalam mobil dan menyerahkan kunci mobilnya pada security lalu melangkah masuk ke dalam rumah tanpa menunggu anak dan istrinya lebih dulu.
"Papah!" Mama Jelita yang tidak terima ditinggal begitu saja pun melangkah cepat menghampiri Papa Irfan.
__ADS_1
Papa Irfan terus melangkah tanpa memperdulikan istrinya yang terus memanggil namanya.
"Papah!" Wajah Mama Jelita nampak tak ramah setelah berhasil menghentikan langkah Papa Irfa.
"Ada apa, Ma?" Papa Irfan mencoba meladeni istrinya itu.
"Kenapa sejak di dalam mobil Papa hanya diam saja? Dan kenapa Papa meninggalkan Mama begitu saja?" Rungut Mama Jelita.
"Papa hanya lelah. Mama tahu kan setelah pulang kerja tadi Papa hanya istirahat sebentar dan langsung pergi ke acara Tuan Mahesa?" Ucap Papa Irfan.
Walau dugaan istrinya itu benar namun Papa Irfan tak berniat mengiyakannya. "Jangan berpikir yang tidak-tidak." Jawab Papa Irfan dengan wajah berubah datar.
"Pah!" Mama Jelita meninggikan nada suaranya. "Papa harus ingat jika anak itu sudah mencoreng nama baik Papa. Dia sudah—" perkataan Mama Jelita terhenti saat menyadari perubahan di raut wajah suaminya. Papa Irfan terlihat menatapnya dengan tajam.
"Berani sekali kau berkata dengan nada tinggi kepadaku?" Ucap Papa Irfan dengan suara tertahan.
__ADS_1
"Ma-maafkan Mama, Pah." Wajah Mama Jelita nampak takut.
Papa Irfan tak lagi meladeni istrinya. Ia pun melangkah meninggalkan Mama Jelita begitu saja menuju kamarnya berada. Mama Jelita pun tak lagi menahan suaminya karena takut akan membuat suaminya marah besar kepadanya.
"Mamah." Suara Cita mengalihkan perhatian Mama Jelita dari punggung Papa Irfan ke arah Cita.
"Biarkan Papa pergi. Masih ada hal yang harus kita bicarakan di kamar." Ucap Cita dengan wajah lemas tak bersemangat.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1