
"Mbak Kiki tidak berhenti. Hanya dipindahkan ke perusahaan cabang saja." Jawab Sally.
"Oh..." Hanum menganggukkan kepalanya. "Jika Mbak Kiki pindah lalu siapa yang akan menggantikan posisi Mbak Kiki?" Tanya Hanum lagi.
Sally mengangkat kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu. Katanya besok pagi kita baru mengetahui siapa pengganti Mbak Kiki." Jawab Sally.
"Oh... seperti itu." Jawab Hanum dan diangguki Sally sebagai jawaban.
"Oh ya, apakah pagi ini kau berangkat bekerja diantarkan oleh suamimu?" Tanya Sally pelan.
Hanum menggelengkan kepalanya. "Aku membawa motor ke sini." Jawab Hanum.
"Agh, sayang sekali." Sally memelas.
"Kenapa begitu?" Tanya Hanum dengan kening mengkerut.
"Ya tentu sayang sekali karena seharusnya kau pergi bersama Dio agar wanita dedemit itu semakin kepanasan melihatmu." Ucap Sally.
"Sally..." Hanum menggelengkan kepalanya karena Sally menambah kembali julukan untuk kakak tirinya itu.
"Ada apa, Hanum? Apa yang aku katakan itu bagus untukmu membuat dia semakin kepanasan." Ucap Sally lagi.
Hanum menggelengkan kepalanya. "Sudahlah jangan membahasnya lagi. Yang terpenting saat ini kau masih ingat dengan permintaanku kemarin bukan?" Tanya Hanum takut Sally melupakannya.
"Apa? Menyembunyikan statusmu dan Dio?" Tebak Sally.
__ADS_1
Hanum menganghuk mengiyakannya.
"Oh... kau tenang saja. Aku bisa menjaga rahasia itu dengan baik jika sedang tidak kepepet." Jawab Sally.
"Kepepet? Maksudmu?" Tanya Hanum bingung.
"Sudahlah. Kau akan mengerti jika saatnya tiba." Ucap Sally penuh arti.
Hanum hanya bisa tersenyum melihat Sally yang kini main tebak-tebakan dengannya.
Tak berselang lama Gaga dan Alfin pun masuk ke dalam ruangan secara bersamaan.
"Hai Hanum, hai Sally." Sapa Gaga dan Alfin nyaris bersamaan.
"Hai..." jawab Hanum dan Sally.
Sally menganggukkan kepalanya. "Dari yang aku dengar Mbak Kiki dipindahkan sementara ke perusahaan cabang Alexander." Jawab Sally.
"Lalu siapa yang akan menggantikannya?" Tanya Alfin sama seperti yang Hanum tanyakan tadi.
"Entahlah. Yang pasti kita akan mengetahuinya besok pagi." Jawab Sally.
"Sayang sekali. Padahal aku sudah cukup nyaman bekerja di bawah naungan Mbak Kiki. Selain baik dia juga tidak pernah pilih kasih kepada kita." Ucap Alfin.
"Ya, ya. Tapi mau bagaimana lagi. Itu adalah keputusan Tuan Daniel dan kita tidak bisa berbuat apa-apa." Jawab Sally dan diangguki Alfin dan lainnya sebagai jawaban.
__ADS_1
*
Di dalam ruangan Presdir, Daniel nampak menunggu kedatangan seorang pria yang besok pagi direncanakan akan memulai bekerja di perusahaan miliknya. Setelah hampir dua puluh menit menunggu, akhirnya sosok yang ditunggunya pun tiba bersama seorang pria yang sangat dikenalinya.
"Selamat pagi Kak Daniel." Ucap teman pria itu pada Daniel.
"Pagi." Jawab Daniel seraya tersenyum.
"Selamat pagi." Pria yang akan menjadi karyawannya itu pun turut menyapa Daniel.
"Pagi. Senang bisa bertemu dengan anda." Ucap Daniel setelah mereka saling berjabat tangan.
"Ayo silahkan duduk dulu." Ajak Daniel.
Kedua pria itu mengangguk lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Daniel.
"Sebelumnya terima kasih Kak Daniel kerena telah mau menerima Kak Richard untuk bekerja di sini." Ucap pria itu yang tak lain adalah Digo adik Dio.
"Tidak perlu berterima kasih. Kehadirannya di perusahaan ini nantinya bisa membuat banyak keuntungan untukku." Jawab Daniel seraya tersenyum.
^^^
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗