
"Ya, tentu saja benar." Jawab Richard lalu mereka pun kembali melangkah menuju lift.
"Tumben sekali Tuan memujiku saat ini? Apa Tuan sedang demam?" Tanya Sally karena biasanya Richard hanya berani memuji Hanum.
"Hahaha." Richard tertawa-tawa. "Demam bagaimana? Aku tidak memujimu selama ini karena aku tidak ingin membuat pria yang menyukaimu jadi cemburu kepadaku." Jawab Richard.
"Pria yang menyukaiku? Siapa itu?" Tanya Sally bingung karena setahunya tidak ada satu pun pria yang mengungkapkan rasa suka kepadanya.
Richard tersenyum saja tak ingin menjawab pertanyaan Sally. Sally yang tidak mendapatkan jawaban dari Richard pun memilih tak bertanya kembali atau pun mendesak Richard menjawab pertanyaannya.
"Aneh sekali. Bisa-bisanya dia tidak mengetahui siapa pria yang menaruh perasaan kepadanya selama ini." Gumam Richard sambil menatap punggung Sally yang beranjak jauh darinya saat mereka sudah berada di lantai ruangan kerja mereka berada.
*
__ADS_1
"Jadi mulai besok Mama sudah bekerja di rumahnya Tuan Richard?" Tanya Cita pada Mama Jelita yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam koper malam itu.
"Ya, dan bukan Mama saja. Kau juga diminta untuk membantu Mama bekerja di sana oleh Tuan Richard." Jawab Mama Jelita.
"Apa? Cita juga diminta bekerja sebagai pembantu di rumah Tuan Richard?" Tanya Cita terkejut.
Mama Jelita menganggukkan kepalanya. "Apa kau belum melihat pesan yang Mama kirimkan kepadamu? Di point kedua Tuan Richard sudah menambah syarat baru dengan menjadikanmu pembantu juga di rumahnya." Jawab Mama Jelita.
"Apa?!" Cita yang merasa terkejut pun segera merogoh ponsel dari tas kerjanya. Dan betapa kesal dan marahnya Cita saat melihat poin kedua di surat perjanjian itu sudah tertulis kata jika dirinya juga akan ikut menjadi pembantu di rumah Richard.
"Sudahlah, Cita. Terima saja syarat yang diberikan Tuan Richard. Dia juga sudah membayar hutang-hutang Mama. Lagi pula jika kau ikut dengan Mama ke rumah Tuan Richard kita bisa bebas dari membayar kontrakan setiap bulannya dan kau bisa memiliki kesempatan untuk mendekati Tuan Richard." Ucap Mama Jelita. Wanita ular berbentuk manusia itu masih saja memikirkan rencana licik untuk keuntungan mereka.
Cita yang awalnya merasa marah pun berubah senang mendengar perkataan Mamanya. "Mama benar. Dengan bekerja di rumah Tuan Richard aku akan memiliki kesempatan untuk dekat dengan Tuan Richard." Jawab Cita.
__ADS_1
"Nah itu baru anak Mama. Sekarang ayo bereskan barang-barangmu karena besok pagi kita sudah harus pindah ke rumah Tuan Richard." Titah Mama Jelita.
Cita mengiyakannya lalu mengambil kopernya dan ikut memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.
"Semoga saja setelah kita tinggal di rumah Tuan Richard kehidupan kita akan berubah lebih baik. Jika beruntung Cita bisa menjadi nyonya di rumah Tuan Richard dan kita tidka perlu hidup susah lagi seperti ini." Harap Cita.
Mama Jelita mengiyakannya. Kedua wanita ular itu terus saja berharap jika pindah ke rumah Richard akan membawa keberuntungan pada mereka tanpa mereka tahu jika Richard meminta mereka untuk bekerja di rumahnya untuk dikerjai oleh Richard dan Digo nantinya.
Cita, Cita, tinggi sekali harapanmu.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗