
Malam semakin larut dan Hanum kini sudah terlelap di dalam selimut tebalnya ditemani dinginnya udara di malam hari. Di tengah tidur lelapnya Hanum, Dio nampak masih terjaga mencerna apa yang terjadi malam ini. Ia terlihat tidak berada di atas ranjang justru tengah duduk di balkon kamar membuka situs pencarian apa saja yang menjanggal di kepalanya saat ini.
Dari banyaknya situs pencarian, semuanya menunjukkan jawaban tanda-tanda yang sama yang menyatakan jika itu adalah hal yang wajar untuk malam pertama seorang wanita yang masih gadis atau perawan. Perawan? Tunggu dulu, ini sangat sulit untuk Dio terima karena ia tahu jika Hanum sudah memiliki seorang anak kandung.
"Dia tidak mungkin membohongi statusnya selama ini bukan?" Dio mulai menduga-duga apa yang terjadi. Tak ingin dibuat bingung seorang diri, Dio memilih menelefon salah satu sahabatnya yang ia perkirakan masih terjaga setelah melihat status online di media sosialnya.
"Ada apa kau menghubungiku malam-malam begini?" Tanya Marvel di seberang sana.
Ya, saat ini Dio memilih menghubungi Marvel karena hanya Marvel yang masih online saat ini.
Dio tak langsung menjawabnya. Ia menarik nafas kasar hingga membuat Marvel di seberang sana dapat menebak ada yang tidak beres dengan sahabatnya saat ini.
"Ada apa? Katakan saja." Ucap Marvel.
Dio menganggukkan kepalanya walau Marvel tak akan dapat melihatnya. Ia pun mulai menceritakan apa yang baru saja terjadi di antara dirinya dan Hanum. Mendengar sahabatnya berhasil melakukan malam pertamanya membuat Marvel senang mendengarnya.
__ADS_1
"Lalu apa yang membuatmu bingung saat ini? Harusnya kau senang karena sudah berhasil menyentuh istrimu." Tanya Marvel.
Dio kembali melanjutkan ceritanya pada Marvel agar sahabatnya itu dapat mengerti apa yang ia rasakan saat ini. Mendengarkan penjelasan Dio tentu saja membuat Marvel ikut bingung di seberang sana.
"Apa saat kau berhubungan pertama kali dengan istrimu dia juga mengeluarkan noda merah?" Tanya Dio di akhir penjelasannya.
Marvel mengiyakannya. "Itu adalah hal yang wajah untuk wanita yang masih tersegel." Jawabnya.
Dio tertegun mendengarnya. Jawaban sahabatnya itu sama persis dengan jawaban yang ia dapat dari situs pencarian.
Dio masih terdiam menatap lurus ke depan. "Apa menurutmu ada yang tidak beres di sini?" Tanya Dio tanpa menjawab pertanyaan Marvel.
"Sepertinya. Kau bisa bertanya langsung kepadanya agar tidak menduga-duga seperti ini. Jika apa yang kau pikirkan itu benar, dia pasti memiliki alasan untuk berbohong selama ini." Saran Marvel.
Dio mengiyakannya. Marvel pun memberikan beberapa pesan agar Dio tidak bersikap gegabah pada istrinya esok hari. Tentu saja pesan dari Marvel dituruti oleh Dio karena ia juga tidak ingin seperti seorang suami yang menyudutkan istrinya.
__ADS_1
Percakapan Marvel dan Dio tengah malam itu akhirnya berakhir dengan sebuah pesan dari Marvel.
Dio kini merasa sudah sedikit lega setelah sambungan telefon mereka mati. Bercerita dengan sahabatnya ternyata cukup membantunya memcahkan masalah yang ada saat ini.
"Besok aku akan mempertanyakannya langsung kepadanya." Ucap Dio dengan perasaan yang sudah tenang.
Karena sudah merasa udara malam semakin dingin dan menusuk masuk ke dalam pori-pori kulitnya, Dio pun memilih masuk ke dalam kamar dan menutup pintu penghubung balkon dan kamarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1