
Baru saja Hanum duduk di kursi kerjanya dan berbincang ringan dengan Sally, Hanum sudah terganggu dengan kedatangan Cita secara tiba-tiba. Melihat kedatangan Cita masuk ke dalam ruangan kerjanya membuat Sally segera bangkit dari duduknya dan memasang badan untuk melindungi Hanum karena Sallu tahu jika Cita ingin mencari masalah lagi dengan Hanum.
"Wah, wah. Baru beberapa bulan kembali ke kota ini ternyata kau sudah berhasil kembali memikat pria kaya untuk menjadi mangsamu selanjutnya." Ucap Cita dengan nada menyindir pada Hanum.
Hanum yang sudah hampir biasa menghadapi sikap Cita hanya diam dan menatap Cita datar.
"Hanum... Hanum. Ternyata Papa tiriku sudah benar mencampakkanmu saat itu karena kau benar-benar adalah wanita murahan." Ucap Cita sinis.
Hanum masih diam membiarkan Cita bercerita sesuka hatinya.
"Apa kau sudah selesai bicara? Kalau sudah maka segera keluarlah dari ruangan kami. Kau membuat mataku sakit!" Ucap Sally yang sejak tadi sudah menahan kekesalannya pada Cita.
"Aku belum selesai berbicara!" Jawab Cita ketus. Tiba-tiba saja Cita terkejut saat tangannya tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang yang berada di belakang tubuhnya.
"Keluarlah dari ruangan ini atau aku akan mengadukan sikap burukmu ini pada Tuan Daniel?" Ucap Gaga dengan tegas.
"Kau..." Cita menatap berang pada Gaga yang sudah mengganggu kesenangannya.
__ADS_1
"Apa kau lupa jika di ruangan ini ada CCTV? Jika kau tidak lupa maka pergilah dari sini!" Usir Gaga untuk yang kedua kalinya.
Hanum tentu saja dibuat kesal mendengarnya. Ia pun menatap pada CCTV ruangan tim A yang sepertinya sudah kembali berfungsi pagi itu. Walau ia yakin jika pemilik perusahaan tidak mungkin repot-repot ingin melihat rekaman CCTV namun tetap saja ia merasa takut dengan ancaman yang keluar dari mulut Gaga.
"Urusan kita belum selesai!" Ucap Cita ketus sambil menunjuk Hanum.
Hanum masih diam tak menanggapi perkataan Cita. Cita pun akhirnya pergi begitu saja dari ruangan tim A dengan menahan rasa kesa di dalam hatinya.
"Hanum, apa kau tak apa?" Tanya Sally merasa khawatir karena Hanum hanya diam saja.
Sally pun menghembuskan nafas lega. "Hanum... sebenarnya aku jadi merasa penasaran sebenarnya ada hubungan apa kau dengan wanita ular itu. Kenapa dia selalu menyebutkan masalah keluarga kepadamu?" Tanya Sally.
"Singkat cerita dia adalah Kakak tiriku." Jawab Hanum singkat seperti apa yang ia katakan.
"Apa?" Sally dan Gaga terkejut mendengarnya. Pun dengan Alfin yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
"Cita adalah Kakak tirimu?" Ulang Sally dan diangguki Hanum sebagai jawaban.
__ADS_1
"Tapi bagaimana bisa? Jika dia kakak tirimu kenapa dia selalu bersikap buruk kepadamu?" Tanya Sally.
"Aku akan menceritakannya di lain waktu namun tidak untuk hari ini." Jawab Hanum lembut. Ia tidak ingin karena menceritakan tentang keluarganya membuatnya menjadi sedih dan kehilangan mood bagusnya pagi ini.
Sally pun mengangguk mengiyakannya karena tidak ingin memaksa Hanum untuk bercerita di saat ia tidak menginginkannya.
"Dari pada mikirkan wanita ular itu lebih baik sekarang kita memikirkan rencana kita di akhir pekan." Usul Gaga berniat mengalihkan pemikiran Hanum saat ini.
"Aku setuju. Tapi bagaimana kalau kita membahasnya saat istirahat saja karena kini sudah masuk jam bekerja." Sahut Sally.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1