Istri Figuran

Istri Figuran
Mereka sudah berubah


__ADS_3

Cita yang ditatap oleh Richard pun balik menatap pada Mama Jelita. "Saya akan ikut kemana Mama saya pergi. Jika Mama tetap melanjutkan bekerja di sini maka saya juga akan tetap membantu Mama bekerja di sini." Jawab Cita.


Richard tentu saja terkejut mendengarnya. Ia pikir seorang Cita yang angkuh dan sombong itu tidak akan mau lagi bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Namun ternyata dugaannya salah. Richard pun cukup salut pada Cita yang selalu berbakti pada ibunya apapun kondisi mereka.


"Cita, apa kau yakin, Nak? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu? Kau pasti lelah bekerja di perusahaan dan di sini." Ucap Mama Jelita.


"Itu adalah urusan Cita, Ma. Yang terpenting sekarang adalah Cita selalu berada di dekat Mama." Jawab Cita.


Mama Jelita merasa haru mendengarnya. Ia tidak menyangka jika putrinya itu mau berkorban sejauh ini untuk dirinya.


"Kalau begitu keputusannya baiklah saya akan tetap menerima kalian bekerja di rumah ini. Tapi ingat, sedikit saja kalian berniat buruk pada saya atau keluarga saya maka kalian tidak akan selamat." Ucap Richard dengan sedikit mengancam.


Mama Jelita dan Cita mengangguk paham. Setelah beberapa bulan bekerja di rumah milik Richard setidaknya mereka sudah mengetahui bagaimana sikap Richard dan bagaima ketatnya Richard mengawasi mereka.

__ADS_1


Karena sudah tidak ada lagi yang ingin Richard bicarakan dengan mereka, akhirnya Richard pun berpamitan untuk pergi.


"Cita, apa kau yakin dengan keputusanmu, Nak? Apa kau yakin tidak akan malu dengan profesimu yang hanya bekerja sebagai pembantu?" Tanya Mama Jelita meyakinkan kembali putrinya.


Cita menganggukkan kepalanya. "Cita tidak akan malu selagi pekerjaan kita halal, Ma. Beberapa bulan bekerja di sini Cita sudah cukup mengerti jika harta bukanlah segalanya. Keluarga adalah segalanya dan segalanya itu ada di Mama." Jawab Cita.


Kedua bola mata Mama Jelita berkaca-kaca mendengarnya. Mama Jelita pun memeluk Cita dan menangis di dalam pelukan Cita.


"Terima kasih karena sudah mau berubah menjadi anak yang baik, Nak. Mama menyesal selama ini sudah mengajarimu yang tidak-tidak." Ucap Mama Jelita.


Pelukan keduanya pun semakin erat. Richard yang sebenarnya tidak benar-benar pergi dari sana pun dibuat haru mendengarnya.


"Ternyata rencanaku dan Digo berhasil. Selain berhasil mengerjai mereka kami juga berhasil merubah mereka menjadi lebih baik." Gumam Richard lalu melangkah meninggalkan dapur.

__ADS_1


*


Mendengar kabar jika Mama Jelita dan Cita tetap mau bekerja di rumah Richard setelah Richard membebaskan mereka dari surat perjanjian yang menjerat mereka membuat Digo ikut merasa salut pada kedua wanita itu.


"Apa kau yakin jika mereka sudah benar-benar berubah?" Tanya Digo pada Richard.


"Ya. Aku yakin dan aku bisa melihat ketulusan mereka. Aku rasa mereka adalah orang yang baik. Tapi harta membuat mereka khilaf dan lupa akan segalanya." Jawab Richard.


Dio menganggukkan kepalanya. "Baguslah kalau begitu. Tapi aku tidak ingin kau memperlakukan mereka layaknya pembantu pada umumnya lagi. Istriku tidak suka dan dia sering bersedih setiap pulang dari rumahmu karena melihat mereka menjadi pembantu." Ucap Digo menceritakan sikap istrinya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2