Istri Figuran

Istri Figuran
Keadaan semakin membaik


__ADS_3

Hanum memilih duduk di sebelah ranjang Calista karena ia ingin berbicara lebih banyak dengan Calista.


"Jadi saat ini usia kandunganmu sudah memasuki tiga bulan?" Tanya Calista setelah ia menanyakan berapa usia kandungan Hanum saat ini.


Hanum menganggukkan kepalanya.


"Tapi perutmu sepertinya belum terlihat membesar." Ucap Calista.


"Ya begitulah. Mungkin karena tubuhku tidak terlalu besar membuat perutku tidak terlihat berisi." Jawab Hanum.


Calista yang kini sudah duduk di atas ranjangnya menganggukkan kepalanya. "Semoga saja kau dan janinmu sehat-sehat saja sampai persalinan nanti." Doanya.


Hanum mengaminkannya. Di dalam hatinya Hanum merasa bersyukur dan senang karena Calista tidak sedikit pun menunjukkan wajah cemburu kepadanya justru terlihat biasa saja walau ada Dio di dekat mereka.


"Semoga saja keadaanmu semakin membaik dan kau bisa menjalani aktivitas seperti biasanya." Hanum turut mendoakan Calista.


Mommy Diora yang mendengarkannya pun mengaminkannya.

__ADS_1


Hanum dan Calista kembali terlibat percakapan dan sesekali Mommy Diora ikut dalam pembicaraan mereka. Sedangkan Dio, pria itu sejak awal hanya diam menjadi pendengar.


Setelah cukup lama berada di dalam ruangan Calista, Hanum dan Dio pun berpamitan untuk pulang.


"Calista, Mama bangga memiliki anak sepertimu yang mau berbesar hati menerima keadaan." Ucap Mommy Diora lembut pada Calista.


Calista mengusap tangan Mommy Diora. "Walau pun berat tapi Cal harus melakukannya, Ma. Merelakan orang yang kita cintai berbahagia dengan orang pilihannya bukankah mencintai yang paling tulus?" Ucap Calista.


Mommy Diora menganggukkan kepalanya. Tidak ada dendam atau perasaan sakit hati yang ia dan keluarganya rasakan saat ini pada Dio atau Hanum. Mereka menganggap apa yang terjadi saat ini adalah takdir dan jalan hidup yang harus dilewati untuk Calista.


Calista tersenyum mendengarnya. Untuk saat ini sampai beberapa waktu ke depan sepertinya ia tidak tertarik berhubungan dengan pria mana pun karena kini ia hanya ingin fokus pada kesembuhannya dan karirnya. Calista tidak ingin lagi melibatkan seorang pria di dalam hidupnya di saat ia sedang fokus mengejar karirnya.


*


Dio dan Hanum kini sudah berada di dalam perjalanan pulang menuju apartemen. Selama berada di dalam perjalanan baik Dio atau Hanum tidak ada yang menyurutkan senyuman di wajah masing-masing. Keduanya terus tersenyum seolah merasa senang atas apa yang mereka lewati saat ini.


"Oh ya, tadi Digo bilang jika dia akan datang ke apartemen sebentar lagi." Ucap Dio pada Hanum saat mobil miliknya sedang berhenti di lampu merah.

__ADS_1


"Apa? Digo akan datang ke apartemen?" Ulang Hanum dengan wajah bingung.


"Ya, dia bilang dia ingin memberikan hadiah untuk calon keponakannya." Jawab Dio.


"Hadiah apa itu? Digo ini ada-ada saja, anak kita belum lahir tapi dia sudah ingin memberikan hadiah saja." Ucap Hanum seraya tersenyum.


"Ya begitulah. Sepertinya dia sangat senang karena akan memiliki seorang keponakan." Jawab Dio. Sesaat kemudian Dio pun teringat akan sesuatu. "Digo juga bilang kalau dia nanti akan datang dengan seseorang yang juga ingin memberikan hadiah kepada anak kita." Lanjut Dio.


"Siapa itu?" Tanya Hanum dan dijawab Dio dengan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


**


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2