
Setelah puas melihat-lihat isi dalam rumah barunya, Dio pun berpamitan pada Marvel untuk pergi ke perusahaannya. Marvel pun turut berpamitan untuk pergi ke perusahaan miliknya.
Dan saat siang harinya telah tiba, Dio yang sudah menyelesaikan pekerjaannya langsung saja pergi menjemput istrinya di apartemen mereka. Hanum yang sudah mengetahui jika Dio akan datang pun memilih menunggu Dio di lobby apartemen.
"Kenapa menunggu di sini. Kau bisa menunggu di dalam apartemen saja." Ucap Dio sambil mengusap rambut istrinya.
"Aku tidak ingin merepotkanmu." Jawab Hanum singkat yang membuat Dio menghela nafas mendengarnya.
"Terserah kau saja. Sekarang ayo kita pergi." Ajak Dio.
Hanum mengiyakannya lalu mereka keluar dari dalam apartemen sambil bergandengan tangan.
Sebelum berangkat menuju rumah sakit, Hanum meminta pada Dio untuk berhenti di toko buah karena ia ingin memberikan buah tangan untuk Calista. Dio yang mendengarkan permintaan istrinya langsung mengiyakannya dan memberhentikan mobilnya saat melihat toko buah yang cukup besar di kotanya.
Setelah selesai membeli beberapa macam buah, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit tempat Calista dirawat.
Dua puluh menit berlalu, kini Dio dan Hanum sudah masuk ke dalam rumah sakit dan sudah berada di depan ruangan perawatan Calista. Sebelum masuk ke dalam ruangan, Dio menatap istrinya lebih dulu dan memastikan jika istrinya baik-baik saja.
"Jika tidak kuat berada di dalam kau bisa memintaku untuk keluar." Ucap Dio lembut pada Hanum. Semenjak hamil istrinya itu sangat sensitif dengan aroma bau. Dan Dio takut jika istrinya itu akan merasa mual jika mencium aroma obat dari dalam ruangan Calista.
__ADS_1
"Iya, kau bawel sekali." Jawab Hanum karena sejak berada di dalam mobil suaminya itu sudah banyak memberikan sebuah pesan kepadanya.
Dio tersenyum mendengarnya. Tak ingin membuang waktu lama, Dio pun langsung mengajak Hanum masuk ke dalam ruangan perawatan Calista.
Saat sudah masuk ke dalam ruangan, Calista yang kebetulan baru saja selesai menghabiskan makan siangnya tersenyum menatap pada Hanum.
"Hai Cal..." sapa Hanum sambil melangkah mendekati Calista.
Dio memilih berjalan ke arah lain untuk meletakkan parcel yang dibawanya.
"Hai Hanum." Jawab Calista pelan.
"Ya, begitulah. Kata dokter juga jika keadaanku sudah memungkinkan besok aku sudah diperbolehkan untuk pulang." Jawab Calista.
"Benarkah?" Hanum tentu saja merasa sangat senang mendengarnya.
"Benar. Calista besok sudah diperbolehkan untuk pulang." Sahut Mommy Diora.
Hanum menoleh menatap Mommy Diora yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Tante." Ucapnya ramah lalu mengulurkan tangan pada Mommy Diora.
Mommy Diora menerima uluran tangan Hanum lalu mengusap rambut Hanum.
"Kau terlihat semakin berisi dan cantik." Puji Mommy Diora.
Hanum tersenyum mendengarnya. "Tante bisa sana." Ucap Hanum.
Dio yang belum menyalimi Mommy Diora pun berjalan mendekati Mommy Diora dan mengulurkan tangan kepadanya. "Terima kasih sudah datang menjenguk anak Tante." Ucap Mommy Diora lembut pada Dio. Tidak terlihat raut kekesalan Mommy Diora pada Dio. Wanita paruh baya itu terlihat sangat tulus mengatakannya.
"Tidak perlu berterima kasih untuk itu, Tante." Jawab Dio.
Mommy Diora tersenyum saja lalu meminta Dio untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Calista.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗