
Dio hanya diam sambil terus melangkah ke arah mobil Marvel berada. Di dalam benaknya saat ini mulai berfikir tentang permintaan Divan yang menginginkannya untuk pulang ke apartemen dan makan malam bersama di apartemen.
"Pulanglah malam ini. Anggap saja kau hanya ingin menuruti permintaan Divan bukan untuk menemui istrimu." Ucap Marvel. Walau merasa tidak pantas mengatakannya namun Marvel terpaksa melakukannya agar hati Dio tergerak.
Dio mengangguk saja lalu masuk ke dalam mobil karena saat ini mereka sudah berada di sebelah mobil Marvel.
Selama dalam perjalanan kembali ke perusahaan Marvel, Dio terus terpikir dengan permintaan putranya. Entah mengapa ia merasa menjadi seorang ayah yang tidak bertanggung jawab pada putranya. Merasakan itu semua membuat Dio mengambil keputusan untuk pulang ke apartemennya nanti sore setelah ia pulang bekerja.
*
Saat sore hari telah tiba, Hanum nampak terburu-buru melangkah menuju apartemennya karena sudah tidak sabar bertemu dengan putranya setelah hampir seharian bekerja di perusahaan. Senyuman manis terkembang di wajah cantiknya saat masuk ke dalam apartemen menemukan putra kecilnya sedang bermain seorang diri di ruang tamu apartemen.
"Mamah!" Divan meninggalkan mainannya begitu saja dan berlari ke arah Hanum berada. Setelah berada tepat di depan Hanum, Divan langsung saja memeluk kaki Hanum dengan erat. "Akhirnya Mamah pulang juga." Ucap Divan merasa senang.
Hanum tersenyum mendengarnya. Tangannya pun terulur mengusap rambut putranya. "Mamah juga senang karena akhirnya sudah pulang dan bertemu dengan jagoan Mamah." Jawab Hanum.
__ADS_1
Divan semakin mengeratkan pelukan tangannya di kaki Hanum. "Mamah pasti capek, ya? Ayo duduk dulu, Mah." Ajak Divan kemudian.
Hanum mengangguk mengiyakannya lalu melangkah ke arah sofa sambil memegang tangan Divan. Seorang wanita yang bertugas mengasuh Divan pun segera menghampiri Hanum untuk menyerahkan minum untuk Hanum.
"Karena saya sudah pulang sekarang Bibi sudah boleh pulang ke rumah Bibi." Ucap Hanum pada pengasuh Divan.
"Baiklah, Nona." Jawab pengasuh Divan lalu berpamitan pada Hanum dan Divan untuk pulang ke rumahnya.
Setelah kepergian pengasuhnya, Divan pun seperti biasanya menceritakan bagaimana kegiatannya selama bersekolah hari ini pada Hanum. Hanum pun mendengarkan cerita putranya dengan seksama sambil mengusap kepala Divan. Tiba-tiba saja usapan tangan Hanum di kepala Divan terhenti saat Divan menceritakan jika Dio datang ke sekolahnya tadi siang bersama dengan Marvel.
"Apa? Papa Dio datang menghampiri Divan?" Tanya Hanum merasa tak percaya.
Apa? Ucap Hanum dalam hati merasa tak percaya.
"Untuk apa Papa Dio datang menghampiri Divan?" Tanya Hanum.
__ADS_1
"Katanya ingin melihat Arthur dan Divan bermain saja, Mah." Jawab Divan seadanya.
Hanum tertegun mendengarnya. Ia masih merasa tak percaya jika Dio mau datang menghampiri Divan di sekolahnya bahkan menemani Divan bermain beberapa saat.
"Divan senang sekali Ma karena Divan dikunjungi Papa seperti teman-teman yang lainnya." Ucap Divan melanjutkan ceritanya.
Hanum tersenyum mendengarnya. Dapat ia lihat di wajah putranya begitu senang dan bersemangat menceritakan kedatangan Dio ke sekolahnya.
"Semoga saja lain waktu Papa bisa bermain lagi ke sekolah Divan ya, Mah." Ucap Divan penuh harap.
Hanum mengangguk saja mengiyakan perkataan putranya. Setelah cukup bercerita dengan Divan, Hanum pun berpamitan pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket setelah seharian bekerja.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.