Istri Figuran

Istri Figuran
Bukan pengantin pada umumnya


__ADS_3

Mendengar perkataan Bu Shanty tentu saja membuat Dio yang tidak mengetahui asal-usul keluarga Hanum menjadi bingung. Ia hanya bisa menjadi pendengar percakapan antara Hanum dan Mamanya dengan menyimpan beberapa pertanyaan yang tersimpan di benaknya saat ini.


Percakapan mereka di ruangan keluarga malam itu tidak berlangsung lama karena Bu Shanty dan Tuan Mahesa memiliki jadwal untuk pergi ke suatu tempat malam itu. Akhirnya setelah percakapan mereka selesai Dio langsung beranjak menuju kamarnya sedangkan Hanum beranjak menuju kamar Digo untuk mengambil Divan yang sedang bersama Digo saat ini.


"Kak Hanum?" Digo merasa cukup terkejut saat pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan wajah Hanum di sana.


Hanum pun tersenyum pada Digo dan memilih berdiri saja di ambang pintu.


"Apa Kakak sudah selesai berbicara dengan Mama dan Papa?" Tanya Digo.


Hanum mengangguk mengiyakannya. "Sekarang Kakak ingin membawa Divan ke kamar untuk beristirahat." Ucap Hanum.

__ADS_1


Mendengar dirinya akan dibawa oleh Hanum tentu saja membuat Divan mengeluh karena ia dan Digo sedang asik memainkan mobil mainan baru yang dibelikan Digo untuknya.


"Divan, besok pagi sebelum kembali ke apartemen Mama, Divan bisa bermain kembali bersama Om Digo." Hanum berupaya membujuk putranya.


Karena Divan bukanlah anak yang susah dibujuk, akhirnya Divan pun mengangguk mengiyakan ajakan Hanum lalu melangkah mendekati Hanum setelah sebelumnya berpamitan dengan Digo.


"Kak Hanum memang wanita yang baik. Walau dia bukanlah wanita yang masih gadis tapi dia terlihat sangat sempurna di mataku." Ucap Digo memuji kakak iparnya itu.


"Ayo kita tidur." Ajak Hanum pada Divan yang terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Dio.


Divan mengangguk saja dan mengikuti langkah Hanum menuju ranjang. Walau saat ini ia masih sangat merasa canggung berada di kamar Dio yang sudah berstatus sebagai suaminya, namun Hanum berusaha untuk bersikap biasa saja dan membiarkan Dio mengabaikan kehadirannya. Lagi pula ia sudah biasa diabaikan oleh banyak orang bukan? Dan jika saat ini Dio turut mengabaikannya seperti orang-orang di luar sana Hanum berusaha tak memperdulikannya.

__ADS_1


Jika pasangan suami istri pada umumnya melewati malam pengantin mereka dengan tidur di ranjang yang sama berbeda dengan Hanum dan Dio yang bersikap bagaikan orang asing satu sama lain.


*


Keesokan harinya, Hanum terlihat sudah terjaga dari tidurnya. Dilihatnya ke arah samping dimana Divan masih tertidur sambil memeluk lengannya. Hanum tersenyum melihat manisnya sikap putranya itu saat tertidur.


Pandangan Hanum pun tertuju pada sofa dimana Dio masih terlihat terlelap di sana. Karena sudah terbiasa bangun pagi dan beraktivitas selama di apartemen, Hanum pun segera bangkit dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Setelahnya Hanum beranjak keluar dari dalam kamar berniat membantu Bu Shanty yang ia yakini tengah sibuk memasak di dapur bersama para pelayan.


Dan benar saja, saat sudah berada di dapur Hanum melihat Bu Shanty tengah mengaduk masakannya tanpa menyadari kehadirannya saat ini.


*

__ADS_1


__ADS_2