Istri Figuran

Istri Figuran
Perkumpulan tiga sahabat


__ADS_3

Apa yang diharapkan Hanum sirna sudah saat pada malam harinya Dio mengatakan jika Divan tidak boleh ikut ke acara bulan madu mereka. Lagi pula untuk apa mereka melakukan bulan madu jika masih membawa Divan.


"Ini bukanlah liburan keluarga. Kau tahu arti bulan madu bukan? Bulan madu itu adalah acara aku dan dirimu!" Tekan Dio.


Hanum diam dengan wajah datarnya. "Apa kita pisah kamar saat di sana nanti?" Tanya Hanum tanpa menjawab pertanyaan Dio.


"Pertanyaan bodoh. Tentu saja tidak. Kau dan aku akan tidur di kamar yang sama. Lagi pula kita hanya mendapatkan paket satu kamar untuk bulan madu nanti.


Hanum menghela nafasnya. Karena malas berbicara terlalu panjang dengan suaminya itu Hanum pun memilih pergi meninggalkan Dio. Di dalam hatinya Hanum bertanya-tanya untuk apa Dio mau satu kamar dengannya? Bukankah pria itu ingin menjaga jarak dengannya? Dan... apa suaminya itu tidak tahu arti bulan madu sesungguhnya?


"Dia tidak mungkin mau menyentuhku bukan?" Tanya Hanum. Karena dari yang ia ketahui di acara bulan madu terdapat malam yang panas di dalamnya.


"Agh, kau berpikir apa? Tentu saja dia tidak mungkin menyentuhmu karena dia masih memiliki seorang kekasih. Lagi pula aku tidak mungkin mau disentuh olehnya di saat hatinya masih milik wanita lain. Aku hanyalah istri figuran untuknya. Ada tapi tidak terlihat." Ucap Hanum kemudian. Karena tidak ingin terlalu larut dalam pemikirannya, Hanum pun memilih masuk ke dalam kamar Divan dan menenangkan dirinya di sana. Hanum berharap di acara bulan madu mereka besok suaminya itu tidak akan berencana buruk untuknya.

__ADS_1


*


Beberapa hari berlalu, Dio dapat merasakan perubahan dari dalam diri Hanum yang terlihat lebih banyak diam kepadanya. Sikap Hanum yang dilihatnya akhir-akhir ini sama persis dengan sikap Hanum di awal mereka menikah yang lebih banyak diam kepadanya.


Walau pun sikap Hanum nampak berubah namun tak membuat Dio gentar untuk tetap melanjutkan acara bulan madu mereka. Dio tidak akan mungkin melepaskan kesempatan emas itu begitu saja. Menurutnya apa yang diberikan Kevin dan Queen kepadanya memiliki tujuan tertentu yang sudah dapat ditebak olehnya apa maksudnya.


Malam itu, Dio nampak belum pulang ke apartemennya setelah selesai bekerja di cafe miliknya. Pria itu nampak masih berada di dalam ruangan kerjanya menanti kedatangan ketiga sahabatnya. Ya, malam ini Dio, Kevin, Daniel dan Marvel memang sudah membuat janji untuk bertemu hingga membuat Dio tidak pulang ke apartemennya.


Beberapa saat menunggu kedatangan ketiga sahabatnya di dalam ruangan kerjanya, akhirnya ketiga sahabatnya itu menunjukkan batang hidung mereka masing-masing. Daniel dan Kevin nampak masuk lebih dulu ke dalam ruangan sedangkan Marvel masuk setelahnya sambil membawa tas laptop di tangannya.


"Tentu saja karena aku memiliki sebuah tujuan." Jawab Marvel lalu membuka tas laptopnya dan mengeluarkan laptopnya.


"Apa kau sudah menyalin videonya?" Tanya Marvel pada Daniel.

__ADS_1


"Tentu saja. Ada tiga video yang sudah aku salin." Jawab Daniel lalu memberikan sebuah hardisk pada Marvel.


Marvel menerimanya lalu mencolokkannya di laptopnya.


"Video? Apa maksudnya ini?" Tanya Dio yang semakin dibuat bingung dengan perkataan kedua sahabatnya.


"Diamlah. Kau akan tahu sebentar lagi." Ucap Marvel lalu membuka sebuah video yang berjudul 21++."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2